• News

Direstui Prabowo, Menag Bakal Bahas Ekotelogi di Al-Azhar Kairo

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 19/01/2026 10:20 WIB
Direstui Prabowo, Menag Bakal Bahas Ekotelogi di Al-Azhar Kairo Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (Foto: newsmedia)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akan menjadi pembicara kunci pada seminar internasional tentang ekoteologi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Kehadiran Menag dalam forum tersebut merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan pandangan Indonesia terkait pendekatan keagamaan dalam pelestarian lingkungan.

"Atas izin Bapak Presiden, ada undangan yang sangat terhormat yang diberikan kepada kita sebagai keynote speech di dalam seminar internasional tentang ekoteologi,” ujar Menag dalam keterangan tertulis Kemenag, dikutip di Jakarta pada Senin (19/1).

Menag menjelaskan bahwa perhatian dunia terhadap konsep ekoteologi Indonesia terus menguat. Isu ini sebelumnya juga mengemuka dalam forum lintas agama di Vatikan dan mendapat respons positif dari para pemimpin keagamaan internasional.

“Dianggap paling representatif untuk bicara ekoteologi saat ini adalah Indonesia,” kata Menag. 

Di sisi lain, dalam kunjungnnya ke Mesir, Menag juga akan membahas kerja sama pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia.

Menag menilai pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dapat menjadi solusi efektif bagi mahasiswa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai tantangan regional untuk belajar di Mesir.

“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” tutur Menag.

Adapun skema kerja sama yang akan dibahas meliputi kemungkinan program dual degree, joint faculty, maupun model pendidikan langsung dengan pengajar dari Universitas Al-Azhar.

Menag berharap, kunjungan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global sekaligus memperluas jangkauan diplomasi pendidikan dan keagamaan Indonesia di tingkat internasional.