Ilustrasi salat istikharah (FOTO: ISTOCK)
JAKARTA - Dalam kehidupan, ada kalanya seseorang mengalami kebingungan dalam menghadapi berbagai pilihan-pilihan penting, mulai dari urusan pekerjaan, jodoh, pendidikan, hingga keputusan besar lainnya.
Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya mengandalkan pertimbangan akal, tetapi juga memohon petunjuk langsung kepada Allah SWT melalui salat istikharah.
Salat istikharah adalah salat sunah dua rakaat yang dilakukan dengan tujuan memohon petunjuk dan kebaikan dari Allah SWT atas suatu urusan.
Istikharah berarti meminta pilihan, yakni menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang terbaik bagi hamba-Nya.
Niat Salat Istikharah
Niat salat istikharah dilakukan di dalam hati saat takbiratul ihram. Tidak ada lafaz niat khusus yang wajib diucapkan, namun sebagian ulama membolehkan membaca niat untuk membantu menghadirkan kesadaran ibadah.
Berikut bacaan niat salat istikharah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat salat sunah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Salat istikharah dikerjakan dua rakaat sebagaimana salat sunah pada umumnya, dan dianjurkan dilakukan di luar waktu salat wajib.
Doa Salat Istikharah
Setelah menyelesaikan dua rakaat salat dan salam, dianjurkan membaca doa istikharah. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan pilihan terbaik serta menjauhkan dari pilihan yang membawa keburukan.
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ.اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ.وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak kuasa; Engkau Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui; dan Engkau Maha Mengetahui perkara gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah bagiku, dan berkahilah aku di dalamnya. Namun jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya. Takdirkanlah bagiku kebaikan di mana pun ia berada, lalu jadikanlah aku ridha dengannya.”
Pada bagian “urusan ini”, dianjurkan menyebutkan secara spesifik perkara yang sedang dimintakan petunjuk.