• News

Mentrans: Tiga Kampus Luar Negeri Berminat Dukung Beasiswa Patriot

M. Habib Saifullah | Senin, 19/01/2026 10:05 WIB
Mentrans: Tiga Kampus Luar Negeri Berminat Dukung Beasiswa Patriot Menteri Transmigrasi (Mentrans) M.Iftitah Sulaiman (Foto: Humas Kementrans)

JAKARTA - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, terdapat tiga perguruan tinggi dari luar negeri yang menyatakan minat mereka untuk berpartisipasi dalam implementasi Program Beasiswa Patriot.

Dia menyampaikan bahwa ketiga universitas asing tersebut adalah Technical University of Munich (TUM), Jerman; Tsinghua University, China; dan Stanford University, Amerika Serikat.

"Kalau pertanyaannya apakah ada kampus dari luar Indonesia yang tertarik untuk berkolaborasi, ada, saya sudah dapat, saya sudah ketemu juga," kata Mentrans, dikutip dari Antara, Senin (19/1/2025)

M.Iftitah mengatakan, perwakilan dari TUM dan Tsinghua University menyampaikan minat mereka untuk berkolaborasi saat menghadiri pertemuan dengan dirinya secara langsung.

Sementara informasi mengenai adanya potensi kerja sama dengan Stanford University didapatkan Mentrans Iftitah dari IPB University.

Namun, ia mengakui bahwa saat ini masih terdapat kendala regulasi untuk menjalankan kolaborasi antara kampus luar negeri dengan perguruan tinggi dalam negeri dalam program beasiswa tersebut, antara lain terkait penerimaan mahasiswa asing dan penerapan double degree.

Pembahasan awal mengenai penyesuaian regulasi tersebut dijadwalkan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (18/1) hingga Selasa mendatang (20/1).

"Sekarang persoalannya regulasi. Jadi ke depan, pasti akan ada universitas (asing) yang bergabung. Seperti apa bentuk (kerjasamanya), ini nanti tergantung kecepatan kita menyesuaikan dengan masalah regulasi ini," ujar dia.

Mentrans menyatakan, pelibatan kampus asing memiliki tujuan strategis, yakni untuk menciptakan knowledge spillover (limpahan pengetahuan) untuk meningkatkan inovasi teknologi dalam negeri.

Selain itu, kehadiran akademisi dan sistem pendidikan berstandar internasional diharapkan mampu menghadirkan useful knowledge (pengetahuan yang berguna) bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

Adapun upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi ketimpangan wilayah yang masih terjadi di berbagai kawasan di Indonesia.

Dengan mendatangkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini ke kawasan transmigrasi, pihaknya berharap dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah transmigrasi.

"Masalah ketimpangan wilayah ini tidak mungkin bisa kita selesaikan secara masif dan berkelanjutan tanpa adanya banjir ilmu pengetahuan dan teknologi dan inovasi yang terus menerus dilakukan oleh perguruan tinggi," ujar dia.