• Gaya Hidup

Mandi Air Hangat VS Air Dingin, Mana yang Lebih Sehat Bagi Tubuh?

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 18/01/2026 23:32 WIB
Mandi Air Hangat VS Air Dingin, Mana yang Lebih Sehat Bagi Tubuh? ilustrasi mandi sehat. Foto: sehatQ

JAKARTA - Mandi dengan air dingin maupun air hangat kerap disebut memiliki manfaat kesehatan, namun penelitian terbaru menunjukkan keduanya bekerja dengan cara berbeda dan tidak bisa disimpulkan mana yang paling sehat secara mutlak. Perbedaan suhu air memicu respons biologis yang berlainan, tergantung kondisi tubuh dan tujuan penggunaannya.

Peneliti dari University of South Australia melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis paling komprehensif sejauh ini terhadap terapi air dingin dengan menganalisis 11 studi yang melibatkan 3.177 partisipan. Penelitian ini menilai dampak mandi air dingin terhadap stres, kualitas tidur, dan kualitas hidup secara umum.

Hasilnya menunjukkan paparan air dingin dapat menurunkan tingkat stres, namun efeknya bersifat sementara dan rata-rata hanya bertahan hingga sekitar 12 jam setelah mandi. Selain itu, mandi air dingin singkat selama 20 hingga 90 detik dilaporkan memberi sedikit peningkatan kualitas hidup, meski manfaat tersebut cenderung menurun setelah beberapa bulan.

Menariknya, salah satu studi dalam analisis tersebut mencatat peserta yang rutin mandi air dingin mengalami penurunan hingga 29 persen hari absen akibat sakit. Meski demikian, para peneliti menegaskan temuan ini belum cukup kuat untuk digeneralisasi karena mekanisme biologisnya belum sepenuhnya dipahami.

Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan bahwa mandi air dingin memicu peningkatan peradangan dalam jangka pendek sebagai respons alami tubuh terhadap stres dingin. Respons ini tidak selalu berbahaya, namun dapat menjadi perhatian khusus bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Sementara itu, mandi air hangat secara luas dikenal membantu relaksasi otot, melancarkan sirkulasi darah, dan mempermudah tubuh memasuki fase tidur. Namun, manfaat ini lebih banyak didukung oleh studi fisiologi dan klinis terpisah, bukan dalam perbandingan langsung dengan mandi air dingin.

Para peneliti menekankan bahwa hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan mandi air dingin atau air hangat lebih unggul secara mutlak bagi semua orang. Efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi fisik, waktu penggunaan, serta tujuan kesehatan masing-masing individu.

Dengan demikian, pilihan suhu air sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, bukan mengikuti tren semata. Pendekatan yang berbasis pemahaman ilmiah dinilai lebih relevan untuk menjaga kesehatan jangka panjang.