• Gaya Hidup

Selain Gunung Bulusaraung, Ini 5 Wisata Alam di Babul Sulsel

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 18/01/2026 21:56 WIB
Selain Gunung Bulusaraung, Ini 5 Wisata Alam di Babul Sulsel Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, serta pemandangan di sekitarnya (Foto: Indonesia Kaya)

JAKARTA - Sulawesi Selatan (Sulsel) tak hanya dikenal dengan pusat budaya Bugis dan Makassar yang khas, tapi juga menyimpan berbagai wisata alam yang memukau. Salah satu wisata alamnya adalah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung atau Babul.

Terletak di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, kawasan ini terkenal karena panorama karst, air terjun menawan, gunung menantang, gua prasejarah, dan keanekaragaman hayati khas Sulawesi. Dari ribuan kupu-kupu hingga kera hitam endemik. Selain rekreasi, kawasan ini juga menawarkan nilai edukasi dan konservasi yang kuat.

Berikut beberapa destinasi wisata alam di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Sulawesi Selatan, yang wajib dikunjungi.

1. Air Terjun Bantimurung

Ikon taman nasional ini dikenal sebagai “Air Terjun Seribu Kupu-Kupu” karena ribuan kupu-kupu beterbangan di sekitarnya. Air terjun setinggi ±15 meter dengan lebar ±20 meter ini dialiri sungai yang bersumber dari gua dan celah batu, menciptakan telaga alami yang menawan. Di kawasan ini, sekitar 250 jenis kupu-kupu telah teridentifikasi, termasuk yang dilindungi seperti Troides helena dan Cethosia myrina sarnada.

2. Gunung Bulusaraung

Gunung Bulusaraung menjulang hingga ±1.353 mdpl dan menjadi bagian dari kawasan karst Maros-Pangkep. Gunung ini menawarkan jalur pendakian yang menantang namun ramah bagi pendaki, dengan kontur lereng terjal dan bebatuan khas karst. Sepanjang perjalanan, pendaki dapat menjumpai flora tropis seperti pohon rotan, kemiri, dan kelapa, serta fauna asli seperti kera hitam, musang, dan berbagai kupu-kupu endemik.

Puncak gunung menyuguhkan panorama karst yang luas dan menjadi tempat favorit untuk menikmati matahari terbit. Jalur pendakian dilengkapi sepuluh pos istirahat, termasuk pos terakhir yang biasa digunakan untuk berkemah.

3. Kawasan Pattunuang Assue

Berbeda dengan air terjun dan gunung, Pattunuang Assue menawarkan ekowisata sungai dan hutan karst. Kawasan ini memiliki area camping, shelter, dan jalur setapak di sepanjang sungai yang bersumber dari gua. Terdapat 28 jenis anggrek alam dan lebih dari 150 jenis kupu-kupu, termasuk endemik Sulawesi seperti Papilioblumei dan Faunismenado. Uniknya, pengunjung juga bisa menjumpai reptil endemik seperti soa-soa (Hydrosaurus amboinensis) berjemur di pinggir sungai.

4. Kawasan Prasejarah Leang-Leang dan Gua Leang Pute

Selain keindahan alam, taman nasional ini memiliki warisan sejarah prasejarah. Di Leang-Leang, ditemukan lukisan gua kuno berupa tangan dan hewan oleh peneliti Belanda pada 1950. Sementara Gua Leang Pute menawarkan gua vertikal dengan ekosistem karst kaya flora dan fauna, termasuk Monyet hitam Sulawesi (Macaca maura), tarsius, dan burung endemik.

5. Kawasan Pengamatan Satwa Karaenta

Di Karaenta, pengunjung dapat melakukan ekowisata satwa liar, melihat kuskus, kera hitam, tarsius, burung rangkong, dan berbagai jenis flora langka seperti kayu hitam (Diospyros celebica). Jalur setapak sepanjang ±300 meter memudahkan pengunjung menjelajahi hutan karst sambil menikmati suara burung dan panorama tebing kapur.