• Kesra

Mengenal Gunung Bulusaraung di Pangkep, Lokasi Pesawat ATR 42-500 Ditemukan

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 18/01/2026 19:52 WIB
Mengenal Gunung Bulusaraung di Pangkep, Lokasi Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, serta pemandangan karst di sekitarnya (Foto: Indonesia Kaya)

JAKARTA - Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan setelah tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport pada 17 Januari 2026. Meski begitu, gunung ini menyimpan pesona alam dan fakta menarik yang jauh lebih tua dari peristiwa nahas tersebut.

Sebagai bagian dari kawasan karst Maros–Pangkep, Bulusaraung menawarkan lanskap batu kapur yang unik dan menarik. Selain populer karena lanskap karstnya yang unik, gunung ini juga terenal dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Dikutip dari berbagai sumber, Gunung Bulusaraung termasuk dalam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang ditetapkan sejak 2004, sehingga tidak hanya menjadi tujuan pendakian, tetapi juga kawasan konservasi penting. Berbagai spesies endemik Sulawesi, seperti kera hitam, musang, tarsius, dan beragam kupu-kupu, hidup berdampingan di kawasan ini, menjadikannya surga bagi biolog dan pecinta ekowisata.

Gunung Bulusaraung berada di kawasan karst Maros–Pangkep, salah satu bentang alam karst terluas dan tertua di dunia setelah Cina selatan.

Puncak Bulusaraung berada pada ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut dan menyuguhkan panorama karst yang luas. Dari sana, pendaki dapat melihat gugusan menara kapur dan lembah yang membentang, pemandangan langka yang memikat pecinta alam dan fotografer.

Topografi gunung ini dikenal terjal dan kasar, dengan tanah humitropepts yang menyelimuti lereng batu kapur. Kondisi tersebut membuat jalur pendakian menantang meski ketinggiannya tergolong sedang, sehingga setiap langkah menuntut kewaspadaan dan kesiapan fisik.

Jalur pendakian utama dimulai dari Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan. Sepanjang rute, pendaki melewati pos-pos peristirahatan yang memungkinkan mereka menikmati panorama karst, dengan pos terakhir menjadi lokasi favorit untuk berkemah sebelum menggapai puncak gunung tersebut.

Selain panorama menakjubkan, Bulusaraung juga menyimpan nilai geologi dan ekologi yang tinggi. Sungai bawah tanah, gua berornamen stalaktit dan stalagmit, serta flora dan fauna endemik menjadikannya kawasan penting untuk penelitian, konservasi, dan ekowisata.

Gunung Bulusaraung menunjukkan bahwa pesona Sulawesi Selatan tidak hanya terletak pada kota dan pantainya, tetapi juga pada pegunungannya. 

Dengan perpaduan geologi, lanskap karst, dan keaneka ragaman hayati endemik, Gunung Bulusaraung bukan hanya destinasi pendakian. Ia juga menawarkan pengalaman alam yang autentik sekaligus penting untuk penelitian dan pelestarian lingkungan. (*)