Ilustrasi menunaikan amalan sunnah di Bulan Rajab (Foto: Pexels/Alena Darmel)
JAKARTA - Rajab merupakan salah satu bukan istimewa dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, Rajab bukan sekadar penanda waktu, tetapi momentum spiritual untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah.
Sejak masa pra-Islam hingga datangnya ajaran Rasulullah SAW, Rajab telah dikenal sebagai bulan yang dimuliakan.
Keistimewaan bulan Rajab menjadi pengingat bahwa waktu memiliki nilai spiritual, dan setiap Muslim diajak untuk memanfaatkannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
1. Rajab Termasuk Bulan Haram
Salah satu keistimewaan utama bulan Rajab adalah statusnya sebagai salah satu dari empat bulan haram, selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan, di mana umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan maksiat dan memperbanyak amal kebaikan.
Dalam bulan haram, nilai kebaikan diyakini berlipat ganda, sementara perbuatan buruk memiliki dampak dosa yang lebih besar.
2. Bulan Penuh Keberkahan
Rajab dikenal sebagai bulan yang penuh keberkahan. Banyak ulama menyebut Rajab sebagai awal dari rangkaian bulan spiritual yang berpuncak pada Ramadhan. Oleh karena itu, Rajab sering dijadikan waktu persiapan batin dan mental sebelum memasuki bulan puasa.
Momentum ini dimanfaatkan umat Islam untuk mulai memperbaiki kebiasaan ibadah, seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.
3. Peristiwa Isra Mikraj Terjadi di Bulan Rajab
Keistimewaan lain bulan Rajab adalah terjadinya peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa agung ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam karena pada saat inilah kewajiban salat lima waktu ditetapkan.
Isra Mikraj menjadikan Rajab semakin istimewa karena mengandung pesan spiritual tentang kedekatan hamba dengan Allah melalui salat.
4. Waktu yang Dianjurkan untuk Memperbanyak Amal Saleh
Di bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Meski tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan secara syariat pada bulan ini, Rajab menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah secara umum.
Amal seperti sedekah, puasa sunah, zikir, dan istigfar menjadi sarana memperkuat keimanan dan membersihkan hati.
5. Rajab sebagai Bulan Introspeksi
Rajab sering dimaknai sebagai bulan introspeksi diri. Sebelum memasuki Sya’ban dan Ramadhan, umat Islam diajak untuk mengevaluasi diri, memperbaiki niat, dan meninggalkan kebiasaan buruk.
Refleksi diri di bulan Rajab diharapkan mampu membentuk kesiapan spiritual agar dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk dan bermakna.