• News

Mendikdasmen: Revitalisasi Satuan Pendidikan Ikhtiar Bersama Cerdaskan Kehidupan Bangsa

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 17/01/2026 15:05 WIB
Mendikdasmen: Revitalisasi Satuan Pendidikan Ikhtiar Bersama Cerdaskan Kehidupan Bangsa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendidkasmen), Abdul Muti dalam peresmian revitalisasi 10 gedung sekolah jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang berpusat di SMAK 1 Muhammadiyah Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (Foto: Ist/Humas Kemendikdasmen)

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mengembirakan, bermakna dan memanusiakan murid.

Hal tersebut disampaikan Mendikdasmen dalam peresmian revitalisasi 10 gedung sekolah jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang berpusat di SMAK 1 Muhammadiyah Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/1).

“Pendidikan itu fondasi peradaban. Oleh karena itu, kita perbaiki pendidikan dari hulunya yakni revitalisasi gedung sekolah, digitalisasi, pelatihan guru dan pembelajaran yang mendalam, menggembirakan serta memanusiakan murid. Inilah ikhtiar bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mendikdasmen melalui keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu (17/1).

Pada 2025, lanjutnya, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 16.171 sekolah di berbagai daerah. Sementara itu, anggaran tahun 2026 telah dialokasikan untuk melanjutkan revitalisasi 11.000 sekolah berikutnya.

Dijelaskan bahwa program revitalisasi mencakup perbaikan laboratorium, ruang praktik siswa, fasilitas sanitasi (toilet), Unit Kesehatan Siswa (UKS), serta sarana pendukung lainnya agar sekolah menjadi ruang belajar yang aman dan menyenangkan.

Selain penguatan infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga mendorong digitalisasi pembelajaran dan peningkatan kapasitas guru. Upaya ini dilakukan melalui penyediaan 288.186 unit Papan Interaktif Digital serta pengembangan laboratorium virtual.

Secara paralel, peningkatan kompetensi pendidik didukung melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang membuka kesempatan bagi 150.000 guru untuk menyelesaikan gelar S1 dengan bantuan beasiswa.

Mendikdasmen menambahkan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak berhenti pada bangunan dan perangkat pembelajaran. Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kualitas proses belajar di kelas melalui penguatan Pembelajaran Mendalam (deep learning).

Pendekatan ini, kata dia, bertujuan menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga secara holistik dan terpadu.

Terkait penguatan kesejahteraan dan karakter murid, Mendikdasmen menjelaskan bahwa sekolah juga menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi, tetapi dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran karakter, seperti penanaman nilai kedisiplinan, budaya antri, kebersamaa dan rasa syukur.

Menutup arahannya, Menteri Mu’ti menegaskan pentingnya penguatan layanan pendidikan yang responsif dan penyederhanaan prosedur agar lebih efektif. Program revitalisasi ini diharapkan menjadi kesempatan baik bagi para guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan yang semakin bermutu bagi seluruh murid.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Robert Christanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemendikdasmen terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembentukan karakter murid melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Kegiatan ini juga turut dihadiri anggota Komisi X DPR RI, Juliatmono, yang mendampingi Mendikdasmen bersama jajaran pimpinan daerah. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah serta berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi pendidikan di tingkat nasional.