• News

400 KK di Karawang Terendam Banjir Akibat Tanggul Kalimalang Jebol

M. Habib Saifullah | Sabtu, 17/01/2026 08:05 WIB
400 KK di Karawang Terendam Banjir Akibat Tanggul Kalimalang Jebol Ilustrasi banjir akibat tanggul jebol (Foto: CNNIndonesia)

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, melakukan penanganan jebolnya tanggul Sungai Kalimalang dengan pemasangan bronjong yang bisa berfungsi sebagai tanggul sementara.

"Penanganan sementara ini penting untuk meminimalisasi luapan air ke pemukiman penduduk," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Kalimalang di Karawang, Jumat.

Ia menyampaikan tanggul Sungai Kalimalang di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, dilaporkan jebol sekitar pukul 6.00 WIB.

Sebelum jebol, tanggul Sungai Kalimalang tersebut dilaporkan mengalami keretakan sekitar dua meter. Kemudian tingkat keretakannya bertambah menjadi enam meter.

"Tanggul itu jebol karena usianya memang sudah tua," kata dia.

Bupati menyebutkan jebolnya tanggul Sungai Kalimalang di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, itu mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, terdapat sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Kalimalang.

Areal persawahan yang berada di daerah itu juga ikut terendam, dan kini luasnya masih dihitung.

Untuk langkah penanganan, Pemkab Karawang memasang bronjong yang berfungsi sebagai tanggul sementara. Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi luapan air ke kawasan pemukiman.

Pemkab Karawang juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum agar segera dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali tanggul yang jebol itu.

Perum Jasa Tirta II juga telah dikoordinasikan dan telah mematikan tiga pompa di Bendung Curug yang mengarah ke Sungai Kalimalang, guna mengurangi debit dan ketinggian air. (ant)