• Gaya Hidup

Child Grooming: Pelajaran Penting dari Kisah Kelam Aurelie Moeremans

M. Habib Saifullah | Kamis, 15/01/2026 11:05 WIB
Child Grooming: Pelajaran Penting dari Kisah Kelam Aurelie Moeremans Ilustrasi child grooming (Foto: Antara)

JAKARTA - Persoalan child grooming tengah menjadi sorotan publik usai aktris Aurelie Moeremans membagikan pengalaman miris tersebut dalam bukunya.

Aurelie menuliskan secara jujur pengalaman yang dialaminya sejak usia 15 tahun, ketika ia terlibat dalam hubungan dengan seorang pria dewasa yang hampir dua kali lebih tua.

Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya bahaya manipulasi dan kekerasan seksual yang menyasar anak dan remaja, khususnya melalui relasi kuasa dan kedekatan emosional.

Relasi yang tampak penuh perhatian dan “kasih sayang” pada awalnya perlahan berubah menjadi bentuk manipulasi emosional dan kontrol yang berbahaya dan karakteristik khas dari child grooming

Lantas Apa Itu Child Grooming?

Child grooming secara umum merupakan proses pendekatan yang dilakukan oleh pelaku untuk membangun hubungan emosional dengan anak dengan tujuan eksploitasi, baik seksual, ekonomi, maupun psikologis.

Dalam perspektif psikologi kriminal, pelaku grooming biasanya menunjukkan perilaku ramah, suportif, dan penuh perhatian untuk mendapatkan kepercayaan korban. Mereka sering menyasar anak yang mengalami kesepian, kurang perhatian, atau memiliki kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Proses grooming umumnya dimulai dengan pencarian target, dilanjutkan dengan membangun keakraban melalui percakapan intens, pemberian pujian berlebihan, hadiah virtual, atau janji-janji tertentu.

Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku perlahan mendorong batas privasi, misalnya dengan meminta foto pribadi, melakukan percakapan bernuansa seksual, atau mengisolasi anak dari lingkungan terdekatnya.

Tahap akhir yang paling berbahaya adalah ketika pelaku mulai melakukan kontrol psikologis, membuat korban merasa bergantung, takut, atau bersalah jika menolak permintaan pelaku.

Dampak Child Grooming bagi Anak

Dampak child grooming sangat serius dan dapat berlangsung jangka panjang. Secara psikologis, korban dapat mengalami trauma, kecemasan, depresi, gangguan kepercayaan, hingga penurunan harga diri.

Dalam banyak kasus, anak juga mengalami gangguan perkembangan sosial dan kesulitan membangun relasi sehat di masa depan.

Secara sosial, korban sering menarik diri dari lingkungan, prestasi akademik menurun, serta mengalami perubahan perilaku yang signifikan. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya.