Ilustrasi toilet di kamar mandi (FOTO: PINHOME)
JAKARTA - Kesehatan tubuh tidak selalu ditandai oleh rasa sakit atau keluhan tertentu. Dalam banyak kasus, tubuh justru memberikan sinyal melalui hal-hal sederhana yang kerap diabaikan, salah satunya warna feses.
Perubahan warna feses dapat mencerminkan kondisi sistem pencernaan, pola makan, hingga adanya gangguan kesehatan tertentu.
Secara umum, warna feses dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, cairan empedu, serta proses pencernaan di dalam usus. Meski perubahan sesekali masih tergolong normal, warna feses yang tidak biasa dan berlangsung dalam waktu lama patut menjadi perhatian.
Feses berwarna cokelat merupakan kondisi yang paling normal. Warna ini berasal dari empedu yang diproduksi oleh hati dan berubah selama proses pencernaan. Feses cokelat biasanya menandakan fungsi hati, pankreas, dan usus berjalan dengan baik serta asupan makanan yang relatif seimbang.
Sementara itu, feses berwarna kuning dapat menunjukkan adanya gangguan dalam penyerapan lemak. Kondisi ini kadang berkaitan dengan masalah pada pankreas, infeksi saluran pencernaan, atau gangguan penyerapan nutrisi. Feses kuning yang berminyak dan berbau menyengat sebaiknya tidak diabaikan.
Feses berwarna hijau umumnya dipicu oleh konsumsi sayuran hijau dalam jumlah besar atau makanan dengan pewarna tertentu. Selain itu, warna hijau juga bisa muncul ketika makanan bergerak terlalu cepat di saluran pencernaan, sehingga empedu belum sempat berubah warna. Kondisi ini sering terjadi saat diare ringan.
Perubahan warna yang perlu diwaspadai adalah feses hitam. Jika tidak disebabkan oleh konsumsi obat atau suplemen tertentu seperti zat besi, feses hitam bisa menjadi tanda perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung. Kondisi ini memerlukan perhatian medis segera.
Feses merah juga dapat berasal dari makanan tertentu, namun bila tidak berkaitan dengan asupan makanan, warna ini bisa menandakan adanya perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah, seperti usus besar atau rektum. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Adapun feses berwarna putih atau pucat sering dikaitkan dengan gangguan pada saluran empedu. Warna ini dapat menjadi tanda masalah pada hati atau kantong empedu, di mana empedu tidak mengalir dengan normal sehingga feses kehilangan warna alaminya.
Perubahan warna feses yang berlangsung lebih dari beberapa hari, terutama jika disertai gejala lain seperti nyeri perut, demam, penurunan berat badan, atau kelelahan berlebih, sebaiknya segera dikonsultasikan ke tenaga medis. Deteksi dini dapat membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.