• Ototekno

Motor Kebanjiran, Jangan Lakukan Kesalahan Ini

M. Habib Saifullah | Selasa, 13/01/2026 10:35 WIB
Motor Kebanjiran, Jangan Lakukan Kesalahan Ini Ilustrasi banjir yang melanda sejumlah ruas jalan Jakarta (Foto: Ist)

JAKARTA - Banjir kerap menjadi masalah tahunan di sejumlah daerah, terutama saat musim hujan dengan curah tinggi.

Salah satu dampak yang sering dialami masyarakat adalah kendaraan bermotor yang terendam air, termasuk sepeda motor.

Dalam kondisi seperti ini, banyak pemilik motor yang panik dan justru melakukan tindakan yang berisiko memperparah kerusakan.

Motor yang terendam banjir memerlukan penanganan khusus. Kesalahan kecil, terutama saat air belum sepenuhnya surut, dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin dan sistem kelistrikan.

Karena itu, berikut ini berbagai hal yang sebaiknya dihindari saat motor terendam banjir:

1. Jangan Langsung Menyalakan Mesin

Kesalahan paling umum adalah mencoba menyalakan motor sesaat setelah terendam banjir.

Air yang masuk ke ruang bakar dapat menyebabkan water hammer, yaitu kondisi di mana piston terhambat oleh air dan berpotensi merusak mesin.

Menyalakan motor dalam keadaan ini justru dapat memperparah kerusakan internal.

2. Hindari Memaksa Menghidupkan Motor dengan Kick Starter

Sebagian orang mengira kick starter lebih aman dibanding starter elektrik. Padahal, memaksa menghidupkan motor dengan cara apa pun tetap berisiko jika air masih berada di dalam mesin. Tindakan ini dapat merusak komponen mekanis dan mempercepat keausan mesin.

3. Jangan Menghidupkan Kontak Jika Motor Masih Basah

Sistem kelistrikan motor sangat rentan terhadap air. Menghidupkan kontak saat motor masih basah dapat memicu korsleting, merusak ECU, sensor, atau komponen elektronik lainnya. Biaya perbaikannya pun bisa sangat mahal.

4. Jangan Membiarkan Motor Terendam Terlalu Lama

Meski terlihat pasrah, membiarkan motor terendam tanpa penanganan juga berisiko. Air banjir biasanya mengandung lumpur dan kotoran yang dapat mempercepat karat pada rangka, rantai, dan komponen logam lainnya. Setelah air surut, motor sebaiknya segera dikeringkan dan dibersihkan.

5. Jangan Mengganti Oli Tanpa Pemeriksaan Awal

Langsung mengganti oli tanpa memastikan kondisi mesin bisa membuat air yang masih tersisa di dalam mesin bercampur dengan oli baru. Idealnya, motor diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada sisa air di ruang mesin sebelum dilakukan penggantian pelumas.

6. Jangan Mengabaikan Filter Udara

Filter udara yang basah atau kemasukan air banjir tidak boleh digunakan kembali. Mengabaikan kondisi filter udara dapat menyebabkan kotoran masuk ke mesin dan memengaruhi performa motor dalam jangka panjang.