Logo Liga Primer Inggris dan logo klub-klub peserta Liga Inggris (foto: Visionhaus)
LONDON - Musim Premier League 2025/2026 memasuki masa jeda seiring digelarnya Piala FA akhir pekan ini.
Momentum tersebut dimanfaatkan Alan Shearer, top skor sepanjang masa Premier League sekaligus anggota Hall of Fame, untuk menyusun daftar pemain terbaiknya dari 21 pekan awal kompetisi. Ia juga menunjuk satu nama pelatih yang dianggap paling menonjol hingga paruh musim.
Dalam pilihannya, dikutip dari laman resmi liga Inggris pada Senin (12/1), Shearer memasukkan tiga pemain Arsenal. Sunderland, Chelsea, dan Manchester City masing-masing diwakili dua pemain. Menariknya, komposisi tim ini memadukan pengalaman dan talenta muda, dengan tujuh dari sebelas pemain berusia 25 tahun atau lebih muda.
Di posisi penjaga gawang, Shearer menjatuhkan pilihan kepada Robin Roefs (Sunderland). Kiper berusia 22 tahun itu tampil impresif di musim debutnya di Premier League.
Ia menjadi sosok krusial bagi Sunderland berkat sejumlah penyelamatan penting, dengan catatan tujuh kali nirbobol yang menunjukkan konsistensinya di bawah mistar.
Lini pertahanan diisi Jurrien Timber (Arsenal) yang dinilai berperan besar dalam solidnya pertahanan The Gunners. Arsenal sejauh ini menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Kontribusi Timber juga terasa dalam serangan, dengan koleksi gol dan assist yang melampaui catatan musim sebelumnya.
Ia ditemani Marc Guehi (Crystal Palace), bek yang dinilai tampil sangat tenang dan berwibawa. Guehi tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga mampu membantu tim melalui gol dan assist serta distribusi bola yang rapi.
Nama Gabriel (Arsenal) melengkapi barisan belakang. Bek asal Brasil itu dianggap dominan di kedua ujung lapangan, piawai membaca permainan, dan kerap menjadi ancaman saat situasi bola mati.
Sementara itu, sektor bek kiri dipercayakan kepada Marc Cucurella (Chelsea) yang tampil konsisten sepanjang musim. Statistiknya menunjukkan efektivitas tinggi dalam bertahan, ditambah kontribusi aktif saat membantu serangan.
Di lini tengah, Granit Xhaka (Sunderland) menjadi pilihan menarik. Kepindahannya ke Wearside sempat diragukan, namun ia justru tampil sebagai pemimpin tim dengan kualitas distribusi bola yang menonjol.
Declan Rice (Arsenal) juga masuk daftar berkat performanya yang semakin matang. Rice menjadi motor permainan Arsenal, tampil fleksibel, dan selalu nyaman saat menguasai bola.
Sektor gelandang bertahan dilengkapi Moises Caicedo (Chelsea). Pemain asal Ekuador itu dinilai sebagai kekuatan utama di tengah lapangan, dengan energi besar, kemampuan bertahan, serta kontribusi gol dari lini kedua.
Untuk sektor ofensif, Morgan Rogers (Aston Villa) dipilih berkat perannya sebagai pembeda dalam banyak pertandingan. Kualitas olah bola dan gol-gol pentingnya membuat Aston Villa tetap bersaing di papan atas.
Di lini depan, Erling Haaland (Manchester City) hampir tak tergantikan. Ketajamannya kembali menjadi sorotan, dan ia disebut sebagai kandidat terkuat peraih Sepatu Emas musim ini.
Ia didampingi Phil Foden (Manchester City) yang tampil luar biasa dengan gol-gol spektakuler dan performa konsisten di tengah skuad bertabur bintang milik Pep Guardiola.
Untuk posisi manajer, Shearer menunjuk Unai Emery (Aston Villa). Keputusan ini dinilai mencerminkan keberhasilan Emery membawa Villa bangkit setelah awal musim yang buruk.
Di bawah asuhannya, Villa tidak hanya menantang dalam perebutan gelar, tetapi juga mencatatkan kemenangan penting, termasuk atas Arsenal, yang mengantar mereka pada rentetan hasil impresif di semua kompetisi.
Pilihan Shearer ini menegaskan ketatnya persaingan Premier League musim ini, dengan banyak pemain muda tampil menonjol dan sejumlah tim kuda hitam mampu bersaing dengan para raksasa liga.