Mantan Manajer Manchester United, Ruben Amorim (FOTO: GETTY IMAGE)
LONDON - Manchester United kembali berada dalam situasi sulit setelah tersingkir dari Piala FA usai menelan kekalahan dari Brighton & Hove Albion pada Minggu (11/1).
Hasil tersebut mempertegas masalah utama yang kini dihadapi Setan Merah, yakni rapuhnya mental pemain dan inkonsistensi performa di berbagai kompetisi.
Untuk sementara, Darren Fletcher ditunjuk menangani tim sebagai pelatih interim. Manajemen berharap kehadiran Fletcher mampu meredam tekanan di ruang ganti sembari klub mencari manajer permanen yang dinilai layak mengembalikan Manchester United ke jalur persaingan gelar Premier League dan membuka kembali jalan ke kompetisi Eropa.
Hingga saat ini, United belum juga mengumumkan sosok pengganti Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu resmi diberhentikan beberapa hari lalu menyusul pernyataan kontroversialnya kepada media yang dinilai menyinggung pihak internal klub.
Keputusan tersebut membuat kursi manajer Old Trafford kembali kosong di tengah musim yang krusial. Dengan kondisi tim yang tengah terpuruk, pemilihan pelatih baru menjadi sangat menentukan.
Manchester United membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara taktik, tetapi juga mampu membangun ulang mental juara dan stabilitas tim. Berikut lima nama pelatih yang dinilai masuk akal untuk menggantikan peran Ruben Amorim.
Nama pertama adalah Zinedine Zidane. Mantan pelatih Real Madrid ini dikenal memiliki kapasitas besar dalam mengelola ruang ganti bertabur bintang.
Pengalamannya meraih gelar Liga Champions secara beruntun menjadi modal penting untuk membangkitkan mental juara para pemain United yang saat ini kehilangan kepercayaan diri.
Pilihan berikutnya adalah Julian Nagelsmann. Pelatih muda Jerman ini dikenal dengan pendekatan modern dan fleksibilitas taktik. Nagelsmann dinilai cocok untuk membangun proyek jangka menengah dengan pemain-pemain muda Manchester United, sekaligus memberikan identitas permainan yang lebih jelas dan progresif.
Nama ketiga yang patut dipertimbangkan adalah Massimiliano Allegri. Pelatih asal Italia ini memiliki reputasi sebagai spesialis manajemen krisis. Gaya bermain pragmatis dan fokus pada keseimbangan tim bisa menjadi solusi cepat untuk menstabilkan performa United di tengah tekanan kompetisi.
Selain itu, Erik ten Hag juga kembali disebut sebagai opsi realistis. Dengan pemahaman mendalam tentang struktur klub dan karakter pemain, Ten Hag dianggap mampu melanjutkan proyek yang sempat tertunda dan memaksimalkan potensi skuad yang sudah ada tanpa perlu adaptasi terlalu lama.
Terakhir, Roberto De Zerbi menjadi kandidat yang menarik. Filosofi permainan menyerang dan keberaniannya mengembangkan pemain membuat De Zerbi dinilai mampu memberikan warna baru bagi Manchester United. Pendekatan taktiknya yang progresif juga sejalan dengan tuntutan sepak bola modern di Premier League.