Ilustrasi penyakit yang kerap muncul di musim hujan (FOTO: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Musim hujan kerap membawa dampak bagi kesehatan masyarakat. Curah hujan tinggi, suhu yang lebih dingin, serta lingkungan yang lembap menciptakan kondisi ideal bagi berkembangnya virus, bakteri, dan parasit.
Tidak heran jika pada periode ini angka kunjungan ke fasilitas kesehatan cenderung meningkat. Perubahan cuaca juga dapat menurunkan daya tahan tubuh, terutama jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.
Karena itu, penting untuk mengenali penyakit yang sering muncul di musim hujan agar langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
Salah satu penyakit yang paling umum adalah flu dan batuk. Kondisi udara dingin dan lembap memudahkan virus pernapasan menyebar, sementara imunitas tubuh yang menurun membuat seseorang lebih rentan terinfeksi. Gejalanya biasanya berupa pilek, batuk, demam ringan, dan rasa tidak enak badan.
Selain itu, demam berdarah dengue (DBD) juga menjadi ancaman serius saat musim hujan. Genangan air yang muncul di sekitar rumah dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, dan dalam kasus tertentu dapat berujung komplikasi serius.
Diare juga sering meningkat saat musim hujan. Air yang tercemar dan kebersihan makanan yang kurang terjaga menjadi faktor utama penularan.
Bakteri dan virus penyebab diare lebih mudah menyebar ketika sanitasi lingkungan terganggu oleh banjir atau hujan berkepanjangan.
Penyakit lain yang kerap muncul adalah leptospirosis, terutama di daerah yang rawan banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui air yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.
Leptospirosis dapat menyebabkan demam, nyeri otot, dan gangguan organ jika tidak ditangani dengan cepat.
Musim hujan juga sering memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi udara yang lembap dan dingin membuat saluran pernapasan lebih sensitif. ISPA dapat menyerang semua kelompok usia, terutama anak-anak dan lansia.
Tak kalah penting, penyakit kulit seperti gatal-gatal dan infeksi jamur juga kerap terjadi. Kelembapan tinggi dan pakaian yang sering basah menciptakan lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri berkembang di kulit.
Untuk mengurangi risiko penyakit di musim hujan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama. Menguras tempat penampungan air, mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, serta cukup istirahat dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh.