• News

Siapa Reza Pahlavi yang Minta Demonstran Rebut Iran?

M. Habib Saifullah | Senin, 12/01/2026 13:05 WIB
Siapa Reza Pahlavi yang Minta Demonstran Rebut Iran? Reza Pahlavi, putra sulung Shah Mohammad Reza Pahlavi, raja terakhir Iran dari Dinasti Pahlavi.

JAKARTA - Nama Reza Pahlavi kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya ketegangan politik dan gelombang demonstrasi di Iran.

Ia dikenal sebagai putra mahkota terakhir Iran sekaligus tokoh oposisi paling menonjol di pengasingan sejak runtuhnya monarki Iran pada Revolusi Islam 1979.

Diketahui, Reza Pahlavi lahir di Teheran pada 31 Oktober 1960. Dia merupakan putra sulung Shah Mohammad Reza Pahlavi, raja terakhir Iran dari Dinasti Pahlavi, dan Permaisuri Farah Diba.

Sejak kecil, Reza Pahlavi dipersiapkan sebagai pewaris takhta dan secara resmi dinobatkan sebagai Crown Prince (Putra Mahkota) pada tahun 1967.

Setelah Revolusi Islam 1979 menggulingkan monarki Iran, keluarga Pahlavi terpaksa meninggalkan negara tersebut. Reza Pahlavi kemudian hidup di pengasingan dan menetap di beberapa negara sebelum akhirnya tinggal di Amerika Serikat.

Ia sempat menjalani pendidikan militer sebagai calon pilot jet tempur di AS, mengikuti jejak ayahnya, namun perubahan politik di Iran menghentikan rencana tersebut.

Di pengasingan, Reza Pahlavi melanjutkan pendidikan dan membangun kehidupan pribadi. Ia menikah dengan Yasmine Etemad-Amini dan dikaruniai tiga putri. Sejak dekade 1980-an, kehidupannya lebih banyak dihabiskan untuk aktivitas advokasi politik dan kemanusiaan terkait masa depan Iran.

Nama Reza Pahlavi kerap muncul setiap kali Iran dilanda demonstrasi besar. Dalam beberapa aksi protes, terutama yang melibatkan diaspora Iran, simbol-simbol monarki lama dan seruan dukungan kepada Reza Pahlavi kembali terlihat.

Namun, dukungan terhadap Reza Pahlavi tidak bersifat universal. Sebagian masyarakat Iran masih mengingat masa pemerintahan Dinasti Pahlavi sebagai era otoriter dengan pembatasan kebebasan politik.