Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (Foto: BNPB)
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Hingga Sabtu (10/1/2026), terdapat beberapa kejadian bencana yang dilaporkan, dengan empat kejadian berdampak signifikan dan mendapat perhatian khusus dari BNPB.
Menyikapi kejadian bencana yang terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
"Salah satunya masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi sederhana, apabila terjadi hujan dengan intensisitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam serta adanya peningkatan debit air, lakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman," demikian bunyi keterangan BNPB.
Adapun kejadian bencana yang dilaporkan di antaranya adalah peristiwa banjir yang menerjang Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kejadian tercatat pada Kamis (8/1), pukul 19.45 WIB, saat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air aliran sungai meluap hingga ke pemukiman warga.
"Lokasi terdampak berada di Desa Tawang Rejo dan Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti. Dilaporkan 75 unit rumah terdampak," tulis keterangan BNPB.BPBD bersama tim gabungan segera menuju ke lokasi kejadian dan melakukan penanganan darurat. Kondisi terkini, Sabtu (10/1) banjir belum surut, air masih menggenangi kawasan dengan ketinggian 10 hingga 55 sentimeter.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (8/1) ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi. Sebanyak tiga kecamatan terdampak yakni Kecamatan Budong-budong, Kecamatan Karossa dan Kecamatan Tobadak.
"Kaji cepat sementara mencatat, 41 rumah terdampak atas kejadian ini. Pantauan visual di lapangan, banjir berangsur surut. Para warga bergotong royong membersihkan rumah dari material yang terbawa saat banjir," bunyi keterangan BNPB.
Kejadian serupa juga terjadi di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir yang terjadi pada Kamis (8/1), sekitar pukul 07.30 WIB. Dilaporkan terdapat 127 jiwa terdampak yang tersebar di delapan kecamatan.
Adapun kecamatan terdampak yakni Kecamatan Kedaton, Labuhan Batu, Tanjung Karang Barat, Tanjung Karang Timur, Sukarame, Sukabumi, Kedamaian dan Bumi Waras. Dilaporkan kondisi per Jumat (9/11) banjir mulai berangsur surut.
Beralih ke wilayah Kalimantan, kejadian banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Banjir ini dipicu intensitas hujan tinggi hingga menyebabkan debit air meningkat pada Sabtu (3/1).
"Sedikitnya 16 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak. Sementara itu 3.660 jiwa tercatat terdampak kejadian ini. Selain itu 14 unit fasilitas pendidikan juga ikut tergenang," demikian keterangan BNPB.