• Oase

Jelang Akhir Bulan Rajab, Ini Amalan yang Sayang untuk Dilewatkan

M. Habib Saifullah | Minggu, 11/01/2026 17:05 WIB
Jelang Akhir Bulan Rajab, Ini Amalan yang Sayang untuk Dilewatkan Ilustrasi - Doa Buka Puasa Rajab untuk Meningkatkan Keberkahan (Foto/ Pexels/Khats Casim)

JAKARTA - Bulan Rajab perlahan memasuki penghujungnya. Sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, Rajab menjadi momentum penting untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan menata kembali hubungan dengan Allah.

Sayangnya, tidak sedikit umat Islam yang melewati bulan ini tanpa persiapan spiritual yang berarti. Padahal, Rajab sering dipandang sebagai gerbang menuju bulan-bulan penuh ibadah berikutnya, yakni Sya’ban dan Ramadhan.

Di penghujung Rajab, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sebagai bentuk penutup yang baik, sekaligus persiapan batin menyambut Ramadhan yang semakin dekat.

Salah satu amalan yang sayang dilewatkan di akhir Rajab adalah memperbanyak istighfar dan taubat. Rajab dikenal sebagai bulan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu.

Taubat yang dilakukan dengan kesadaran dan penyesalan menjadi fondasi penting agar ibadah di bulan Ramadhan kelak lebih khusyuk dan bermakna.

Selain itu, memperbanyak doa juga menjadi amalan utama di penghujung Rajab. Banyak ulama menganjurkan agar umat Islam memohon keberkahan umur dan kesempatan untuk bertemu Ramadhan dalam keadaan iman dan kesehatan.

Amalan lain yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas shalat, baik shalat wajib maupun sunnah. Menjaga shalat di awal waktu, memperbaiki kekhusyukan, dan menambah shalat sunnah seperti shalat malam menjadi latihan ruhani yang sangat berharga menjelang Ramadhan.

Rajab dapat menjadi masa pemanasan sebelum intensitas ibadah meningkat di bulan puasa. Di akhir Rajab, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah.

Sedekah tidak selalu harus dalam bentuk materi besar, tetapi bisa berupa bantuan sederhana, berbagi makanan, atau meringankan beban orang lain. Sedekah di bulan yang dimuliakan ini diharapkan menjadi sebab datangnya keberkahan dan kelapangan rezeki.

Tak kalah penting, menjaga lisan dan akhlak menjadi amalan yang sering luput diperhatikan. Menahan diri dari ghibah, fitnah, dan perkataan sia-sia merupakan bagian dari pengagungan bulan haram.

Akhlak yang dijaga di akhir Rajab menjadi bekal penting agar Ramadhan tidak hanya dipenuhi ibadah ritual, tetapi juga perubahan sikap.

Jelang berakhirnya Rajab juga menjadi waktu yang tepat untuk meluruskan niat dan membuat resolusi ibadah.

Menyusun target ibadah Ramadhan, memperbaiki kebiasaan buruk, serta memperkuat komitmen menjalani hidup yang lebih taat adalah bentuk kesadaran spiritual yang bernilai tinggi.