• Oase

Agar Aman di Jalan, Ini Doa Selamat untuk Kendaraan Baru

M. Habib Saifullah | Minggu, 11/01/2026 15:05 WIB
Agar Aman di Jalan, Ini Doa Selamat untuk Kendaraan Baru Ilustrasi berdoa (FOTO: INSIDER)

JAKARTA - Memiliki kendaraan baru merupakan nikmat yang patut disyukuri. Dalam Islam, setiap nikmat dianjurkan untuk disertai rasa syukur kepada Allah, termasuk ketika mendapatkan kendaraan yang akan digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Salah satu bentuk syukur tersebut adalah dengan membaca doa agar kendaraan membawa keselamatan, keberkahan, dan terhindar dari mara bahaya.

Doa selamat untuk kendaraan baru bukan hanya tradisi, tetapi juga bagian dari adab seorang muslim dalam memulai penggunaan sesuatu yang bernilai penting.

Kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan sarana yang dapat membawa kebaikan atau sebaliknya, tergantung bagaimana ia digunakan.

Doa berikut dianjurkan untuk dibaca ketika pertama kali menggunakan kendaraan, baik mobil maupun motor.

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Allāhumma innī as’aluka khairahā wa khaira mā fīhā wa khaira mā ursilat bih, wa a‘ūdzu bika min syarrihā wa syarri mā fīhā wa syarri mā ursilat bih

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan kendaraan ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan tujuan ia digunakan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada padanya, dan keburukan tujuan ia digunakan.”

Doa Naik Kendaraan yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Selain doa di atas, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus ketika naik kendaraan, yang sangat dianjurkan dibaca setiap kali bepergian.

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn

Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami-lah kami akan kembali.”