Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa aktivitas perdagangan di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mulai pulih pascabencana. Saat ini, sekitar 80 persen pedagang telah kembali berjualan.
"Perdagangan di Pasar Kuala Simpang sedang berusaha untuk berjalan kembali dengan 80 persen pedagang sudah mulai beraktivitas. Aktivitas ini berjalan paralel dengan pembersihan pasar," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Budi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan pasar-pasar yang terdampak bencana di wilayah Sumatera agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak.
Dalam kunjungannya ke Pasar Kuala Simpang, ia melihat langsung sejumlah pedagang yang mulai membuka lapak, sementara proses pembersihan pasar masih berlangsung.
"Kami telah mengecek kondisi Pasar Kuala Simpang. Sejumlah pedagang sudah mulai berjualan. Sembari proses pembersihan pasar terus dilakukan, kami terus memastikan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana terus terjaga," ujarnya.
Pasar Kuala Simpang diketahui sebagai pusat perdagangan terbesar di Kabupaten Aceh Tamiang. Pasar yang berdiri sejak 1982 tersebut menampung 295 pedagang, yang terdiri dari 156 pedagang los dan 139 pedagang kios.
Untuk mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi, Kemendag melalui Program Kemendag Peduli menyalurkan bantuan 100 unit tenda darurat pada Rabu (31/12/2025). Tenda tersebut digunakan sebagai tempat berjualan sementara bagi pedagang selama masa pemulihan.
Tak hanya di Aceh Tamiang, Kemendag Peduli juga telah menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah terdampak bencana lainnya, yakni di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 1, 13, dan 22 Desember 2025. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari pegawai Kemendag, pelaku usaha, serta masyarakat.
Kemendag turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan asosiasi pelaku usaha guna memastikan distribusi bahan kebutuhan pokok tetap lancar di wilayah terdampak.
Saat ini, pasokan sejumlah komoditas seperti daging ayam, telur, cabai keriting, dan cabai rawit dilaporkan dalam kondisi terkendali dengan suplai yang berasal dari Takengon dan Medan.
Selain itu, Kemendag juga telah mengirimkan surat kepada Bulog dan ID Food untuk segera menyalurkan minyak goreng Minyakita serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke daerah yang terdampak bencana.