• Kabar Desa

Sambut Peringatan Hari Desa, Mendes Yandri Kirim Bus Esports

M. Habib Saifullah | Kamis, 08/01/2026 19:05 WIB
Sambut Peringatan Hari Desa, Mendes Yandri Kirim Bus Esports Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat mencoba fasilitas bus esport (Foto: Humas Kemendes PDT)

JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) melakukan pelepasan Bus Esports Desa disaksikan jajaran dan ratusan pegawai, di halaman Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/1/2025). 

Pada momen itu, Mendes Yandri menyampaikan, Bus Esports itu adalah kendaraan khusus yang dirancang untuk mewadahi kreativitas Gamer asal desa agar bermain game kompetitif dengan nyaman di berbagai lokasi, termasuk di dalamnya juga telah dilengkapi perangkat untuk podcast.

Bus itu resmi diberangkatkan, dan akan menuju Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dan akan singgah di desa-desa yang dilewati dalam rangka menyambut peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026.

"Game online itu kalau diarahkan ke hal yang positif, ya positif. Tapi kalau tidak diarahkan ke hal yang positif bisa jadi negatif. Kita hadir di Kementerian Desa dan dirangkaikan dengan Hari Desa Nasional," kata Yandri. 

"Kalau ini kita kelola, terutama karena mayoritas wilayah terbesar di Indonesia ini di desa. Dan jumlah desanya sangat besar sekitar tujuh puluh lima ribu desa. Penduduknya juga terbesar di desa. Dan Ini merupakan salah satu solusi," imbuh dia.

Di sisi lain, Mendes Yandri menjelaskan, manfaat bermain game online yaitu untuk mengasah kemampuan pikiran. Orang yang terbiasa bermain game akan terlatih menyusun strategi dan berpikir kreatif agar bisa memenangkan permainan.

Karenanya, melalui Bus Esports Desa ini, diharapkan dapat memberikan kreativitas baru, khususnya bagi generasi muda di desa, bahwa hobi mereka juga dapat mendatangkan banyak pundi-pundi cuan.

"Jadi Esports ini bagi saya merupakan kegembiraan baru, atau kebangkitan baru di desa, bahwa ada digitalisasi yang dapat menghasilkan uang. Karena anak muda kita di desa banyak dan mereka punya kreasi masing-masing," ujar dia.