Ilustrasi - hp (Foto: Unsplash/Elijah Fox)
JAKARTA - Banyak orang mengaktifkan mode pesawat hanya saat berada di dalam pesawat. Padahal, fitur sederhana ini menyimpan banyak manfaat yang sering terlewatkan dalam penggunaan sehari-hari.
Jika digunakan dengan tepat, mode pesawat bisa membantu kesehatan baterai, kualitas fokus, hingga kenyamanan tidur.
Mode pesawat bekerja dengan memutus seluruh jaringan, mulai dari seluler, Wi-Fi, hingga Bluetooth (kecuali dinyalakan kembali secara manual).
Ketika sinyal terhenti, ponsel berhenti “mencari” jaringan. Proses pencarian inilah yang sering menguras baterai tanpa disadari, terutama di area dengan sinyal lemah. Dengan mode pesawat, konsumsi daya menjadi lebih ringan.
Manfaat berikutnya adalah meningkatkan fokus. Notifikasi pesan, email, atau media sosial sering kali memecah konsentrasi saat belajar atau bekerja. Mengaktifkan mode pesawat membuat pikiran lebih tenang karena tidak ada gangguan mendadak. Setelah selesai, pengguna bisa kembali menyalakan jaringan dan mengecek pesan secara bertahap.
Fitur ini juga berdampak pada kualitas tidur. Cahaya dan getar notifikasi kerap membuat tidur terputus. Saat mode pesawat diaktifkan, ponsel tetap dapat digunakan untuk alarm atau membaca buku digital, tetapi tanpa gangguan pesan masuk. Untuk mereka yang sensitif terhadap bunyi, cara ini sangat membantu.
Selain itu, mode pesawat berguna ketika ponsel terasa panas. Dengan memutus sinyal, beban kerja perangkat berkurang sehingga suhu lebih cepat turun. Ini membantu memperlambat penurunan kualitas baterai dalam jangka panjang.
Namun, pengguna tetap perlu bijak. Mode pesawat tidak boleh digunakan saat membutuhkan akses darurat atau navigasi real time. Pastikan juga mematikan mode ini setelah kondisi aman dan terkendali.
Kesimpulannya, mode pesawat bukan hanya fitur perjalanan. Digunakan dengan cerdas, ia bisa menjaga baterai, menenangkan pikiran, dan membantu tidur lebih nyenyak—tanpa perlu aplikasi tambahan.