Ilustrasi kerusakan alam (Foto: Kemenhut)
JAKARTA - Kerusakan lingkungan semakin terasa: hutan habis, sungai tercemar, udara memburuk, dan habitat hewan menyusut. Dalam Islam, alam bukan hanya sumber daya tetapi amanah dari Allah. Manusia diberi tanggung jawab mengelola bumi dengan bijak, bukan merusaknya.
Al-Qur’an menegaskan larangan membuat kerusakan dan mengingatkan bahwa banyak bencana terjadi karena ulah manusia sendiri. Beberapa ayat bahkan secara eksplisit menyinggung soal merusak bumi, tanaman, dan kehidupan.
Berikut lima dalil Al-Qur’an yang melarang manusia merusak alam:
1. Dilarang Membuat Kerusakan Setelah Allah Memperbaikinya
QS. Al-A‘raf: 56
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
Artinya: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.”
2. Merusak Tanaman dan Kehidupan adalah Perbuatan Tercela
QS. Al-Baqarah: 205
وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ
Artinya: “Apabila ia berpaling, ia berusaha membuat kerusakan di bumi dengan membinasakan tanaman dan hewan.”
3. Kerusakan Alam Muncul Karena Perbuatan Manusia
QS. Ar-Rūm: 41
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia.”
4. Allah Tidak Menyukai Orang yang Membuat Kerusakan
QS. Al-Qaṣaṣ: 77
وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Artinya: “Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
5. Menjaga Keadilan Berarti Menjaga Bumi
QS. Al-A‘raf: 85
فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
Artinya: “Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya.”