Ilustrasi - cloud storage (Foto: Net)
JAKARTA - Semakin banyak orang menyimpan foto, dokumen penting, hingga arsip kerja di layanan cloud storage.
Praktis dan mudah diakses kapan saja, namun pertanyaannya, seberapa aman sebenarnya menyimpan data di awan?
Cloud storage bekerja dengan cara menyimpan data pada server milik penyedia layanan yang tersebar di berbagai lokasi. Pengguna cukup login melalui ponsel atau komputer untuk mengakses file.
Sistem ini memudahkan kolaborasi, menghemat ruang penyimpanan perangkat, serta meminimalkan risiko kehilangan data ketika ponsel atau laptop rusak.
Dari sisi keamanan, penyedia cloud umumnya menggunakan enkripsi, teknologi yang mengacak data agar tidak mudah dibaca pihak lain.
Selain itu, ada sistem verifikasi berlapis, firewall, dan pemantauan aktivitas mencurigakan. Namun, perlindungan ini bukan berarti data sepenuhnya kebal dari kebocoran.
Ancaman terbesar justru sering datang dari pengguna sendiri: kata sandi yang lemah, login di Wi-Fi publik, atau membagikan tautan file tanpa batasan akses.
Jika hal ini terjadi, data bisa disalahgunakan. Karena itu, pengguna disarankan mengaktifkan verifikasi dua langkah, mengganti kata sandi secara berkala, dan berhati-hati saat mengunduh file dari tautan yang tidak jelas.
Selain soal keamanan, ada pula isu privasi. Beberapa layanan dapat menggunakan data anonim untuk pengembangan fitur atau analisis internal. Penting bagi pengguna membaca kebijakan privasi dan memilih layanan yang transparan, memiliki reputasi baik, serta berkomitmen melindungi hak pengguna.