• News

Selain Maduro, Ini Daftar Presiden yang Pernah Ditangkap Amerika Serikat

M. Habib Saifullah | Senin, 05/01/2026 08:05 WIB
Selain Maduro, Ini Daftar Presiden yang Pernah Ditangkap Amerika Serikat Bendera Amerika Serikat berkibar di dalam Pangkalan Angkatan Laut AS (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan beskala besar ke Venezuela pada akhir pekan kemarin. Dalam intervensi tersebut pasukan AS pun menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istinya.

Selain melakukan penangkapan kepada Maduro, AS tercatat beberapa kali menangkap, menahan, atau membawa mantan/presiden negara lain ke pengadilan dengan berbagai tuduhan, mulai dari narkotika hingga kejahatan perang.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini daftar kepala negara yang pernah ditangkap AS:

1. Nicolás Maduro — Venezuela

Presiden Venezuela ditangkap AS pada awal 2026. Dalam operasi yang melibatkan pasukan Amerika Serikat, Maduro ditangkap dan dibawa ke AS untuk menghadapi dakwaan terkait narkotika dan senjata.

Kasus ini memicu reaksi keras di Amerika Latin serta memperuncing ketegangan diplomatik antara Washington dan Caracas.

2. Manuel Noriega — Panama

Manuel Noriega adalah pemimpin de facto Panama yang ditangkap pada operasi militer besar bernama Operation Just Cause pada 1989.

Ia kemudian dibawa ke Amerika Serikat dan diadili atas tuduhan perdagangan narkoba, pencucian uang, dan sejumlah kejahatan lain.

3. Saddam Hussein — Irak

Saddam Hussein ditangkap pada 2003 setelah AS invasi Irak. Meski kemudian diadili oleh pengadilan Irak, penangkapannya sepenuhnya berada di bawah kendali pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Ia dijatuhi hukuman mati pada 2006.

4. Juan Orlando Hernández — Honduras

Mantan Presiden Honduras ini diekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan narkotika dan senjata pada 2022.

Proses hukumnya berlangsung di pengadilan federal AS, menjadikannya salah satu mantan kepala negara Amerika Latin yang menghadapi dakwaan berat di Negeri Paman Sam.

5. Alfonso Portillo — Guatemala

Mantan Presiden Guatemala ini ditangkap dan kemudian diekstradisi untuk menghadapi tuduhan pencucian uang pada 2013 lalu.

Portillo dinyatakan bersalah dan menjalani hukuman penjara di Amerika Serikat sebelum akhirnya kembali ke Guatemala.