• News

Amerika Serikat Sebut Sudah Kendalikan Politik Venezuela

Vaza Diva | Minggu, 04/01/2026 17:05 WIB
Amerika Serikat Sebut Sudah Kendalikan Politik Venezuela Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto: AP Photo/Cristian Hernandez)

WASHINGTON - Amerika Serikat disebut kini memiliki kendali atas masa depan politik Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menegaskan bahwa Washington akan `menetapkan syarat` atas langkah berikutnya.

Dalam wawancara dengan CBS yang dikutip pada Minggu (4/1), Hegseth menuturkan bahwa Presiden Donald Trump akan memimpin pengambilan keputusan, mulai dari upaya menghentikan penyelundupan narkoba, mengamankan kembali sumber daya minyak, hingga membatasi keterlibatan negara asing di kawasan yang ia sebut sebagai `belahan bumi AS`.

Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Amerika Serikat melancarkan operasi besar ke Venezuela dan menangkap Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, lalu membawa mereka keluar negeri, tanpa memberikan penjelasan mengenai dasar hukum tindakan tersebut.

Sejumlah laporan media menyebut terdengar ledakan di Caracas dan mengaitkan operasi dengan pasukan elite Delta Force, meski pemerintah AS belum mengonfirmasi detailnya.

Di Caracas, pemerintah Venezuela mengaku tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut bukti bahwa presiden masih hidup, sembari menuduh Washington melakukan agresi terhadap kedaulatan negara.

Trump kemudian memublikasikan foto yang diklaim menunjukkan Maduro di atas kapal AS, namun gambar itu belum bisa diverifikasi secara independen.

Di dalam negeri AS, beberapa anggota Kongres mengecam operasi tersebut sebagai melanggar hukum, sementara pemerintahan Trump menyatakan Maduro akan diadili, tanpa merinci tuduhan yang dihadapkannya.

Venezuela melalui kementerian luar negeri menyatakan akan membawa persoalan ini ke organisasi internasional dan meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Rusia menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan penangkapan dan dugaan pemindahan paksa Maduro. Moskow menilai langkah AS berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan menyerukan pembebasan Maduro serta istrinya, sekaligus mengimbau seluruh pihak menahan diri agar ketegangan tidak semakin meningkat.

Sumber: Sputnik OANA