• Oase

Amalan Sunnah di Bulan Rajab, dari Istighfar hingga Sedekah

M. Habib Saifullah | Minggu, 04/01/2026 09:05 WIB
Amalan Sunnah di Bulan Rajab, dari Istighfar hingga Sedekah Ilustrasi seseorang sedang berdoa (Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan)

JAKARTA - Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, yaitu bulan yang dimuliakan dan dianjurkan untuk memperbanyak kebaikan serta menjauhi kemaksiatan.

Bulan ini juga sering dipandang sebagai “pintu masuk” menuju Ramadan, karena setelah Rajab datang Sya’ban dan kemudian bulan puasa.

Walau tidak semua amalan memiliki dalil khusus yang terkait langsung dengan Rajab, bulan ini tetap menjadi momen terbaik untuk memperbaiki diri dan menata hati.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk diperbanyak di bulan Rajab:

1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Rajab sering dijadikan momentum untuk memperbanyak istighfar dan taubat. Sejumlah ulama mengingatkan agar seorang muslim lebih sering meminta ampun, merenungkan kesalahan, dan berusaha meninggalkan kebiasaan buruk.

Karena Rajab termasuk bulan mulia, menjaga diri dari dosa dan memperbanyak taubat dipandang memiliki nilai yang lebih besar, tidak hanya bagi hati, tetapi juga bagi kualitas ibadah secara keseluruhan.

2. Menjaga Shalat Wajib dan Menambah Shalat Sunnah

Amalan yang paling utama tetaplah menjaga shalat wajib. Di bulan Rajab, perhatian terhadap shalat dianjurkan semakin ditingkatkan tepat waktu, lebih khusyuk, dan tidak menunda tanpa alasan.

Selain itu, shalat sunnah seperti rawatib, dhuha, dan tahajud bisa diperbanyak.

3. Memperbanyak Sedekah

Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak di bulan Rajab. Banyak orang memanfaatkannya sebagai kesempatan membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, atau mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.

Selain memberi manfaat langsung kepada orang lain, sedekah juga melembutkan hati, menumbuhkan empati, dan melatih keikhlasan dalam berbagi.

4. Membaca dan Menghayati Al-Qur’an

Rajab dapat dijadikan titik awal untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara lebih rutin menjelang Ramadan. Tidak perlu memaksakan jumlah bacaan yang berlebihan yang lebih penting adalah konsistensi.

Membaca, memahami maknanya, dan berusaha mengamalkannya akan memperkuat hubungan seorang muslim dengan kitab sucinya, sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan-bulan berikutnya.

5. Memperbanyak Doa

Bulan yang dimuliakan selalu menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak doa. Banyak muslim menjadikan Rajab sebagai momen memohon kesehatan, rezeki yang halal, keteguhan iman, dan harapan agar dipertemukan dengan Ramadan.

Salah satu doa yang sering dibaca adalah: “Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban, wa ballighna Ramadan.” Doa ini menjadi simbol harapan agar perjalanan ibadah ke depan penuh keberkahan.