• Kesra

Menag Minta Umat Diberi Landasan Moral Penggunaan AI

M. Habib Saifullah | Sabtu, 03/01/2026 15:05 WIB
Menag Minta Umat Diberi Landasan Moral Penggunaan AI Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (Foto: kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai teknologi bermata dua yang dapat membawa kemajuan besar sekaligus berpotensi menimbulkan dehumanisasi jika tidak dikelola secara bijak.

Menag Nasaruddin menegaskan bahwa pengelolaan dan manajemen penggunaan AI menjadi hal yang sangat penting.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, pada Sabtu (3/1/2025).

"AI ini seperti pisau bermata dua. Karena itu harus dikelola dengan cermat dan bertanggung jawab. Tanpa pengelolaan yang tepat, risikonya bisa sangat serius," ujar dia.

Dia mengatakan bahwa Artificial intelligence itu seperti atom yang bisa menjadi sumber energi yang sangat besar dan murah. Tetapi jika salah digunakan, dampaknya juga bisa sangat berbahaya.

Untuk itu, lanjut dia, Kemenag berperan memberikan arah moral dan spiritual dalam pengembangan teknologi, termasuk AI.

"Kami melihat pengembangan AI memerlukan bimbingan spiritual. Tanpa panduan nilai keagamaan, AI berpotensi melahirkan dehumanisasi baru. Ini yang harus kita antisipasi bersama," ujar dia.

Menag menambahkan, Kemenag tengah menindaklanjuti Deklarasi Istiqlal sebagai bagian dari upaya memberi arah etis bagi pengembangan teknologi.

"Peran Kementerian Agama adalah memberikan direction kepada umat dan warga bangsa. AI tidak boleh menjadi bumerang atau malapetaka. Sebaliknya, teknologi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat kemajuan dan daya saing bangsa," kata dia.

Menag juga menilai pendekatan etika dan spiritual dalam pengembangan AI menjadi penting di tengah persaingan global yang semakin ketat. Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan agar tidak menggerus martabat manusia.