Ilustrasi - hujan (Foto: Ilustrasi dibuat dengan ChatGPT)
JAKARTA - Musim hujan sering identik dengan flu, batuk, hingga demam. Udara lembap, perubahan suhu yang tiba-tiba, serta aktivitas luar ruangan membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.
Padahal, banyak keluhan kesehatan muncul bukan semata karena hujan, melainkan karena tubuh tidak dipersiapkan dengan baik.
Kabar baiknya, menjaga kesehatan di musim hujan tidak selalu membutuhkan obat mahal. Kuncinya ada pada kebiasaan sederhana — konsisten, praktis, namun sering diremehkan.
Kuman mudah menempel di gagang pintu, pegangan kendaraan, atau uang. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar.
Meski udara dingin membuat jarang merasa haus, tubuh tetap butuh cairan. Dehidrasi ringan bisa membuat pusing dan menurunkan daya tahan tubuh.
Sup, sayuran, jahe, madu, dan buah kaya vitamin membantu sistem imun bekerja lebih optimal. Kurangi gorengan dan minuman terlalu dingin.
Payung, jas hujan, dan alas kaki anti-selip penting untuk mencegah basah dan risiko terpeleset. Hindari berbagi handuk atau pakaian basah.
Baju basah membuat suhu tubuh turun. Segera mandi air hangat dan ganti pakaian bersih untuk mencegah masuk angin dan iritasi kulit.
Kurang tidur melemahkan sistem imun. Usahakan tidur 7–8 jam dan hindari begadang tanpa alasan penting.
Kelembapan memicu jamur di dinding dan furnitur. Pastikan sirkulasi udara baik, segera keringkan area yang lembap, dan bersihkan secara rutin.
Genangan menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Bersihkan saluran air, tutup tempat penampungan, dan gunakan lotion anti-nyamuk bila perlu.
Stres berkepanjangan menurunkan imun. Coba olahraga ringan di rumah, meditasi singkat, atau jalan kaki saat cuaca memungkinkan.