Ilustrasi - ini cara menjaga baterai ponsel Anda tetap awet sepanjang hari (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Baterai cepat habis sering dianggap karena ponsel sudah “tua”. Padahal, dalam banyak kasus, kebiasaan penggunaan justru menjadi penyebab utama.
Membiarkan layar terlalu terang, membuka banyak aplikasi sekaligus, hingga lupa mengatur jaringan, semua itu membuat baterai bekerja lebih keras dari seharusnya.
Dengan mengubah beberapa kebiasaan sederhana, daya tahan baterai bisa jauh lebih hemat tanpa perlu mengganti ponsel baru.
Layar adalah komponen paling boros daya. Gunakan auto-brightness atau turunkan kecerahan manual saat di dalam ruangan.
Bluetooth, GPS, hotspot, atau WiFi yang terus menyala menguras baterai. Aktifkan hanya saat dibutuhkan.
Hampir semua ponsel punya power saving mode. Aktifkan saat baterai di bawah 30% atau ketika bepergian jauh.
Setiap notifikasi menyalakan layar dan memanggil jaringan. Nonaktifkan notifikasi aplikasi yang jarang dipakai.
Aplikasi navigasi, media sosial, dan game sering tetap aktif. Periksa menu recent apps dan tutup yang tidak diperlukan.
Baterai menjadi panas dan cepat menurun kualitasnya. Lebih baik biarkan ponsel terisi dulu, baru digunakan kembali.
Sinyal lemah membuat ponsel “bekerja keras” mencari jaringan. Jika berada di area sinyal buruk, aktifkan airplane mode sementara.
Terlihat keren, tetapi terus-menerus mengambil daya. Pilih wallpaper statis dan widget yang benar-benar diperlukan saja.
Update sering membawa perbaikan manajemen daya. Namun, pastikan memori cukup agar ponsel tetap ringan.
Gunakan charger original atau yang sudah tersertifikasi. Charger murahan bisa merusak baterai dan membuat daya cepat turun.