Ilustrasi - Sinusitis (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)
JAKARTA - Rasa nyeri di wajah, hidung tersumbat, kepala berat, hingga lendir yang tak henti keluar sering dikira hanya flu biasa. Padahal, itu bisa menjadi tanda sinus atau sinusitis.
Sinus merupakan kondisi ketika rongga sinus (ruang berisi udara di sekitar hidung dan wajah) mengalami peradangan. Jika dibiarkan, sinusitis dapat mengganggu aktivitas, tidur, bahkan konsentrasi.
Sinus bisa bersifat ringan dan hilang sendiri, namun bisa juga bertahan lama. Karena itu, memahami penyebabnya penting agar kita tahu bagaimana cara mencegahnya sejak awal, berikut penjelasannya.
Penyebab Sinus yang Paling Sering Terjadi
1. Infeksi virus atau bakteri
Sinusitis sering berawal dari flu atau pilek. Saat selaput hidung membengkak, lendir menumpuk dan menjadi tempat berkembangnya kuman. Dari sinilah peradangan terjadi.
2. Alergi
Debu, bulu hewan, tungau, atau serbuk bunga dapat memicu reaksi alergi. Hidung menjadi bengkak, tersumbat, dan sinus sulit mengalirkan lendir — akhirnya terjadi radang.
3. Hidung tersumbat lama
Rhinitis (hidung pilek berkepanjangan), polip hidung, atau deviasi septum (sekat hidung bengkok) dapat mengganggu sirkulasi udara dan pembuangan lendir. Kondisi ini meningkatkan risiko sinusitis berulang.
4. Lingkungan yang kotor dan berpolusi
Asap rokok, polusi, dan udara kering dapat mengiritasi saluran napas. Iritasi berulang membuat sinus lebih mudah meradang.
5. Daya tahan tubuh lemah
Kurang tidur, stres, atau penyakit tertentu dapat menurunkan imunitas. Saat daya tahan menurun, tubuh sulit melawan infeksi yang memicu sinusitis.
Cara Mencegah Sinus Agar Tidak Mudah Kambuh
1. Jaga kebersihan hidung
Cuci tangan rutin dan hindari menyentuh hidung sembarangan. Jika sering pilek, semprot hidung dengan larutan saline (air garam) untuk membantu membersihkan lendir.
2. Hindari pemicu alergi
Bersihkan kamar secara rutin, gunakan pelindung kasur, cuci gorden, dan jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur bila sensitif. Jika alergi berat, konsultasikan obat antialergi pada dokter.
3. Perbanyak minum air
Air membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah keluar. Pilih air hangat untuk kenyamanan tambahan.
4. Gunakan humidifier saat udara kering
Udara lembap membantu menjaga saluran napas tidak kering dan iritasi. Namun, pastikan alat dibersihkan secara berkala agar tidak menjadi sarang kuman.
5. Hindari asap rokok dan polusi
Asap rokok memperparah peradangan sinus. Jika merokok, pertimbangkan untuk berhenti — manfaatnya tidak hanya untuk sinus, tetapi juga kesehatan jantung dan paru.
6. Istirahat cukup dan kelola stres
Tubuh butuh istirahat untuk menjaga imun tetap kuat. Tidur 7–8 jam, olahraga ringan, dan kelola stres dapat membantu menurunkan risiko kambuh.