Ilustrasi - minum air (FOTO: GETTY IMAGE)
JAKARTA - Banyak orang merasa hari mereka berakhir berantakan bukan karena pekerjaan terlalu banyak, melainkan karena pagi dimulai dengan tergesa-gesa.
Bangun terlambat, langsung memeriksa ponsel, dan sarapan seadanya sering membuat tubuh dan pikiran belum benar-benar siap bekerja.
Padahal, pagi adalah “tombol start” yang menentukan energi, fokus, dan suasana hati sepanjang hari.
Dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, produktivitas bisa meningkat tanpa harus memaksakan diri.
Memberi jeda 15–30 menit sebelum memulai aktivitas membuat pikiran lebih tenang. Tidak ada lagi terburu-buru, dan Anda punya waktu “milik sendiri” untuk bersiap dengan nyaman.
Notifikasi, berita, dan media sosial bisa mengacaukan fokus sejak pagi. Tunda 15–20 menit sebelum membuka ponsel agar otak tidak langsung dipenuhi distraksi.
Setelah semalaman tidur, tubuh membutuhkan hidrasi. Segelas air membantu mengaktifkan metabolisme dan membuat tubuh terasa lebih segar.
Tidak perlu olahraga berat — cukup stretching, jalan kecil, atau yoga singkat. Otot jadi lebih rileks dan aliran darah membaik, sehingga tubuh siap beraktivitas.
Terlihat sederhana, tetapi memberi rasa “selesai” pertama di pagi hari. Kebiasaan kecil ini mendorong disiplin dan memberi dorongan motivasi.
Pilih makanan tinggi serat dan protein, batasi gorengan dan gula berlebih. Energi lebih stabil, tidak cepat lapar, dan fokus kerja jadi lebih baik.
Bukan daftar panjang, cukup tiga hal utama. Dengan begitu, Anda tahu apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan tidak mudah terseret hal sepele.
Beberapa menit untuk merenung, bersyukur, atau berdoa membantu menenangkan hati. Pikiran jadi lebih jernih, keputusan lebih bijak, dan hari terasa lebih terarah.