Ilustrasi - seorang perempuan sedang bermain handphone (FOTO: SHUTTERSTOCK)
Jakarta, Jurnas.com - Ponsel kini jadi pusat aktivitas, seperti chatting, kerja, foto, hiburan, hingga transaksi keuangan.
Namun, semakin sering dipakai, semakin banyak pula file dan aplikasi yang menumpuk.
Tanpa disadari, hal itu membuat kinerja ponsel melambat, memori penuh, bahkan bisa memicu gangguan keamanan.
Membersihkan ponsel bukan sekadar menghapus foto lama. Yang lebih penting adalah menata ulang file, mengevaluasi aplikasi, dan memastikan penyimpanan bekerja optimal.
Aplikasi membuka lebih lama dari biasanya, layar sering tersendat, atau animasi terasa patah-patah. Biasanya ini terjadi karena memori dan RAM terlalu penuh oleh cache dan file sementara.
Muncul peringatan “storage almost full” atau “memori penuh”. Jika memori tinggal sisa sedikit, sistem sulit bekerja optimal dan aplikasi mudah macet.
Aplikasi tiba-tiba menutup sendiri atau tidak merespon. File sampah, data usang, dan bug bisa jadi penyebabnya — saatnya hapus cache dan data yang tidak penting.
Screenshot berulang, foto buram, video pendek yang menumpuk, hingga unduhan tak jelas. File seperti ini menghabiskan ruang tanpa manfaat — hapus atau pindahkan ke cloud.
Game lama, aplikasi editing, atau marketplace yang sudah jarang dibuka. Selain memakan memori, aplikasi tak terpakai bisa berjalan di latar belakang dan menguras baterai.
File dari WhatsApp, Telegram, atau aplikasi lain — seperti gambar, dokumen, dan video — sering tersimpan otomatis. Jika tidak dibersihkan, ratusan megabyte bisa hilang tanpa terasa.
Penelusuran yang panjang menyimpan banyak cache, cookie, dan file sementara. Membersihkannya membuat browser lebih ringan, sekaligus menjaga privasi.
Banyak aplikasi berjalan diam-diam karena data lama tidak pernah dibersihkan. Dengan menata ulang aplikasi dan menghapus yang tak diperlukan, konsumsi daya bisa lebih hemat.