• Gaya Hidup

Tujuh Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Darah Tinggi

M. Habib Saifullah | Kamis, 01/01/2026 10:05 WIB
Tujuh Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Darah Tinggi Ilustrasi cek tekanan darah (FOTO: HEALTHLINE)

JAKARTA - Tekanan darah tinggi sering datang tanpa gejala jelas, tetapi dampaknya bisa serius. Jantung bekerja lebih keras, pembuluh darah tertekan, dan risiko stroke maupun penyakit jantung meningkat.

Karena itu, selain minum obat dan rutin kontrol, pola makan punya peran yang tidak kalah penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Banyak orang mengira yang berbahaya hanyalah makanan asin. Padahal, beberapa jenis makanan lain juga bisa memicu naiknya tekanan darah, baik karena kandungan natrium, lemak jenuh, gula, maupun bahan pengawet. Tanpa disadari, pilihan menu sehari-hari justru bisa memperberat kerja tubuh.

Dengan mengetahui makanan mana yang perlu dibatasi, penderita darah tinggi dapat lebih bijak memilih. Bukan berarti tidak boleh makan enak hanya perlu mengatur, mengganti, dan menyeimbangkan. Berikut tujuh jenis makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi.

1. Makanan yang Terlalu Asin

Garam (natrium) adalah musuh utama tekanan darah. Konsumsi garam berlebihan membuat tubuh menahan cairan, sehingga tekanan dalam pembuluh darah meningkat. Keripik, acar, saus botolan, hingga makanan cepat saji sering mengandung garam tinggi meski rasanya tidak selalu “asin” di lidah.

2. Daging Olahan

Sosis, ham, bacon, kornet, dan nugget biasanya mengandung natrium, pengawet, dan lemak jenuh yang tinggi. Kombinasi ini dapat memperburuk kondisi pembuluh darah dan memicu tekanan darah naik. Jika ingin makan daging, pilih daging segar dan olah sendiri dengan bumbu sederhana.

3. Makanan Cepat Saji

Burger, ayam goreng tepung, kentang goreng, dan sejenisnya praktis dan menggoda. Namun, di balik itu ada garam, lemak trans, dan kalori tinggi. Kebiasaan mengonsumsi fast food membuat darah tinggi sulit dikontrol, sekaligus meningkatkan risiko kolesterol.

4. Makanan Kalengan

Sup kaleng, mie instan, saus kalengan, hingga sayuran kaleng kerap mengandung natrium untuk memperpanjang masa simpan. Meski terlihat praktis, kandungan garamnya sering melebihi kebutuhan harian. Jika terpaksa, bilas terlebih dulu dan baca label nutrisi dengan teliti.

5. Minuman Manis dan Bersoda

Gula berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan, meningkatkan resistensi insulin, dan pada akhirnya mempengaruhi tekanan darah. Minuman bersoda, teh kemasan manis, minuman energi, atau jus dengan tambahan gula sebaiknya dibatasi. Pilih air putih atau infuse water sebagai pengganti.

6. Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak

Gorengan murah dan enak, tetapi minyak yang dipakai berulang membuat kandungan lemak tidak sehat meningkat. Lemak jenuh dan lemak trans dapat mempersempit pembuluh darah dan memperparah tekanan darah tinggi. Lebih baik pilih makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang.

7. Makanan Tinggi MSG dan Penyedap

MSG memang membuat masakan terasa gurih. Namun pada beberapa orang, konsumsi berlebihan bisa memicu kenaikan tekanan darah, pusing, atau jantung berdebar. Gunakan bumbu alami seperti bawang putih, jahe, atau rempah untuk rasa umami yang lebih sehat.