Ilustrasi seseorang sedang membaca Al-Quran (Foto: Unsplash/Majid Pogung Dalangan)
JAKARTA - Tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai aturan yang diturunkan dari Rasulullah SAW.
Ilmu ini tidak hanya penting untuk memperindah bacaan, tetapi juga memastikan makna ayat tidak berubah akibat kesalahan pengucapan huruf atau panjang pendek bacaan.
Dalam praktiknya, tajwid memiliki banyak cabang hukum yang mengatur pengucapan huruf hijaiyah dalam berbagai kondisi.
Mulai dari hukum nun mati dan tanwin, mim mati, mad (panjang bacaan), ghunnah, hingga makhraj dan sifat huruf.
Artikel ini membahas secara lengkap berbagai hukum tajwid yang umum dipelajari oleh pembaca Al-Qur’an.
1. Hukum Nun Mati (نْ) dan Tanwin (ــً / ــٌ / ــٍ)
Hukum ini berlaku ketika nun sukun atau tanwin bertemu huruf tertentu.
a. Idzhar (إظهار)
Membaca nun mati dan tanwin dengan jelas tanpa dengung.
Huruf-hurufnya: أ، ه، ع، ح، غ، خ
Contoh: مِنْ هَادٍ
b. Idgham (إدغام)
Meleburkan nun mati atau tanwin ke huruf berikutnya.
Terbagi menjadi:
Idgham Bighunnah (dengung): ي، ن، م، و
Idgham Bilaghunnah (tanpa dengung): ل، ر
Contoh: مِنْ وَلِيٍّ
c. Iqlab (إقلاب)
Mengubah bunyi nun mati/tanwin menjadi mim jika bertemu huruf ب, disertai dengung.
Contoh: سَمِيعٌ بَصِيرٌ
d. Ikhfa (إخفاء)
Membaca samar antara jelas dan dengung.
Hurufnya: 15 huruf selain huruf idzhar, idgham, dan iqlab.
Contoh: مِنْ ثَمَرَاتٍ
2. Hukum Mim Mati (مْ)
Mengatur pengucapan mim sukun dalam kondisi tertentu.
a. Ikhfa Syafawi (إخفاء شفوي)
Mim mati bertemu ب, dibaca samar dengan dengung.
Contoh: تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ
b. Idgham Mimi (إدغام ميمي)
Mim mati bertemu م, dibaca melebur dengan dengung.
Contoh: كَمْ مِنْ فِئَةٍ
c. Idzhar Syafawi (إظهار شفوي)
Mim mati bertemu huruf selain م dan ب.
Contoh: أَمْ لَمْ يَكُنْ
3. Hukum Mad (مَدّ)
Mad berarti memanjangkan bacaan huruf tertentu.
a. Mad Thabi’i (مد طبيعي)
Mad asli sepanjang 2 harakat, tidak dipengaruhi tanda lain.
Contoh: قَالَ
b. Mad Wajib Muttasil
Mad bertemu hamzah dalam satu kata, dipanjangkan 4–5 harakat.
Contoh: سَوَاءٌ
c. Mad Jaiz Munfasil
Mad bertemu hamzah di kata berbeda, 4–5 harakat.
Contoh: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ
d. Mad Lazim
Mad yang bertemu huruf bertasydid atau sukun asli, panjang 6 harakat.
Contoh: الضَّالِّينَ
e. Mad Aridh Lissukkun
Mad karena berhenti (waqaf), 2–6 harakat.
Contoh: الْعَالَمِينَۚ
4. Ghunnah (غُنَّة)
Dengung pada huruf ن dan م bertasydid atau ketika terjadi idgham bighunnah.
Panjang dengung 2 harakat.
Contoh: إِنَّا – ثُمَّ
5. Qalqalah (قلقلة)
Menggetarkan bunyi huruf ketika sukun.
Hurufnya: ق، ط، ب، ج، د (ingat: قُطْبُ جَدٍّ)
Contoh: يَقْطَعُ
Terbagi:
Qalqalah Sughra: sukun berada di tengah kata.
Qalqalah Kubra: sukun karena waqaf di akhir kata.
6. Lam Ta’rif (ال)
Berhubungan dengan cara membaca alif-lam pada kata benda.
a. Lam Qamariyah
Dibaca jelas.
Hurufnya 14, termasuk: ق، ك، م، و
Contoh: الْقَمَرُ
b. Lam Syamsiyah
Dibaca lebur (idgham) ke huruf setelahnya.
Hurufnya 14, seperti: ت، ث، ر، س
Contoh: الشَّمْسُ
7. Hamzah Wasal (همزة وصل)
Hamzah yang dibaca hanya ketika berada di awal kalimat.
Contoh: اقْرَأْ