• News

15 Korban Banjir Bandang Sumatera Barat Ditemukan di Salareh Aia

M. Habib Saifullah | Senin, 01/12/2025 02:05 WIB
15 Korban Banjir Bandang Sumatera Barat Ditemukan di Salareh Aia Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa (25/11). (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

JAKARTA - Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat berhasil menemukan 15 korban banjir bandang dengan kondisi meninggal dunia di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, pada Minggu (30/11/2025).

Dilansir dari Antara, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Agam Eki Marlinda di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan total korban banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan ditemukan sebanyak 15 orang oleh tim gabungan yang berasal dari BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri dan relawan.

"Ini berdasarkan data yang diterima oleh posko jenazah di Masjid Nurul Hikmah," kata Eki.

Dia mengatakan, dari 15 korban tersebut, enam korban bisa diidentifikasi atas nama Eridawati, Dewi, Syafrizal, Fino Aprillio, Olivia Sandiaga dan Nisa Hidayatul Husna.

Dari keenam korban tersebut, tambahnya, lima orang dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di padam kuburan keluarga.

Sementara satu korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang Kecamatan Lubuk Basung.

"Lima korban dimakamkan oleh keluarga dan satu dimakamkan di TPU Sungai Jariang," kata dia.

Dia menambahkan, sembilan korban lainnya belum ada identitas atau belum teridentifikasi berupa anak-anak berjenis kelamin perempuan tiga orang, anak-anak berjenis kelamin laki-laki satu orang.

Setelah itu remaja berjenis kelamin laki-laki satu orang, dewasa berjenis kelamin laki-laki dua orang, dewasa berjenis kelamin perempuan satu orang dan potongan tubuh bagian bawah.

"Jasad korban dan potongan tubuh itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk diotopsi," ujar dia.

Total korban meninggal dunia yang ditemukan belum ada rilis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.