Ilustrasi Bencana Banjir (Foto: Doknet)
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) lakukan upaya tanggap darurat bencana banjir di sejumlah daerah. Di antaranya dengan mendirikan tenda-tenda darurat di beberapa tempat yang terdampak dan menyalurkan dana tahap pertama lebih dari Rp4 miliar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan mitigasi dan pemetaan, untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir dapat tetap dapat berjalan.
"Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatra Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah," kata Abdul Mu’ti di Jawa Timur, pada Sabtu (29/11).
Seperti diketahui, musibah banjir yang terjadi di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), berdampak luar biasa terhadap kehidupan masyarakat. Selain kerusakan bangunan, jatuhnya korban jiwa, dan hilangnya harta benda, nasib para korban musibah banjir diperparah dengan putusnya akses transportasi dan telekomunikasi selama lima hari pasca kejadian.
Sebagai aksi tanggap, Kemdikdasmen merespons kejadian ini dengan menggalang dana bantuan. Sekretaris Jenderal Kemdikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan barang-barang yang dibutuhkan.
"Kami menunggu info datanya, jika sudah, ada maka bisa kami proses pengirimannya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)," ujar Suharti.
Menurut data Kemdikdasmen per Minggu (30/11), satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Aceh berjumlah 310, Provinsi Sumut berjumlah 385, dan Provinsi Sumbar berjumlah 314 dengan total keseluruhan adalah 1.009.
Dengan rincian untuk Provinsi Aceh yaitu 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM/SKB, dan 7 SLB. Lalu untuk Provinsi Sumut yaitu 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB. Sementara untuk Provinsi Sumbar yaitu 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.
Persediaan bantuan Kemdikdasmen dalam situasi darurat pemulihan meliputi tenda ruang kelas darurat yang terdiri atas 126 unit Tenda Ruang Kelas Darurat. Juga, Paket Perlengkapan Belajar Siswa (School Kit) yang meliputi 10.200 paket school kit.
Ketiga adalah uang atau pendanaan berupa Bantuan Peningkatan Mutu Pembelajaran masing-masing Rp25 juta/voucher, bantuan keuangan, dan Bantuan Operasional SPAB 20 Paket.
Keempat adalah dukungan psikososial yaitu dua paket bantuan senilai masing-masing Rp50jt/paket untuk mendukung layanan dukungan psikososial bagi warga sekolah di daerah terdampak.
Kelima, buku teks dan nonteks dengan rincian 20.000 eksemplar buku teks, 15.000 eksemplar buku non teks, dan 50.000 eksemplar buku teks dan non teks akan dilakukan pengadaan. Keenam, program revitalisasi 2026 yang diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana.
Selain itu, Kemdikdasmen juga sedang mendata kebutuhan tenda darurat dan school kit, pembuatan grup Whatsapp per provinsi dan melibatkan mitra, menyiapkan dukungan psikososial paket uang untuk satuan pendidikan yang membutuhkan, rencana penggalangan bantuan donasi uang dari personal melalui QRIS yang sedang diproses dan pembuatan rekening bantuan maupun donasi yang dikumpulkan di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT).