Ilustrasi sariawan (Foto: Alodokter)
JAKARTA - Sariawan atau stomatitis aftosa adalah luka kecil yang terasa perih pada bagian dalam mulut, bibir, lidah, atau gusi.
Meski tidak berbahaya, sariawan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat makan, minum, atau berbicara. Kondisi ini kerap muncul tiba-tiba dan bisa bertahan antara beberapa hari hingga dua minggu.
Banyak orang mengira sariawan muncul karena kurang makan buah atau tergigit lidah, padahal penyebabnya jauh lebih kompleks. Faktor stres, kurang tidur, gangguan imun, hingga reaksi alergi juga dapat memicu sariawan.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini penyebab sariawan bisa muncul:
1. Kekurangan Vitamin dan Mineral
Tubuh yang kekurangan vitamin B kompleks (B12, B6), vitamin C, zat besi, dan asam folat berisiko lebih tinggi mengalami sariawan. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jaringan mulut.
2. Luka Akibat Gigit atau Benturan
Menggigit bibir, lidah, atau bagian dalam pipi secara tidak sengaja adalah penyebab paling umum sariawan. Selain itu, penggunaan kawat gigi atau sikat gigi yang terlalu keras juga bisa melukai jaringan mulut.
3. Stres dan Kurang Tidur
Stres membuat sistem imun tubuh menurun, sehingga tubuh lebih rentan mengalami peradangan termasuk sariawan. Pola tidur yang buruk juga memperparah kondisi ini.
4. Alergi Makanan Tertentu
Beberapa orang sensitif terhadap makanan seperti kacang, cokelat, kopi, makanan pedas, hingga buah asam (jeruk, nanas). Reaksi alergi ringan dapat memicu iritasi pada mulut yang berkembang menjadi sariawan.
5. Infeksi Virus atau Bakteri
Beberapa jenis virus seperti HSV (Herpes Simplex Virus) atau bakteri tertentu dapat menyebabkan luka pada mulut. Jika sariawan berulang dan terasa lebih parah dari biasanya, infeksi bisa menjadi penyebabnya.
6. Perubahan Hormon
Perubahan hormon pada perempuan, misalnya sebelum menstruasi atau saat kehamilan, dapat menyebabkan sensitivitas mulut meningkat sehingga mudah timbul sariawan.
7. Sistem Imun Melemah
Tubuh dengan daya tahan rendah lebih mudah mengalami peradangan. Kondisi tertentu seperti autoimmune disease atau sedang menjalani pengobatan tertentu juga menjadi pemicu.
8. Konsumsi Makanan yang Terlalu Panas atau Pedas
Makanan yang terlalu panas bisa membakar jaringan mulut, sementara makanan pedas dapat memicu iritasi sehingga lebih mudah timbul luka.