Ilustrasi - ini beberapa gejala infeksi paru-paru yang jarang disadari (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)
JAKARTA - Infeksi paru-paru merupakan gangguan kesehatan yang sering muncul tanpa gejala yang mencolok, tetapi dapat membawa dampak serius jika dibiarkan.
Banyak orang menganggap keluhannya mirip flu biasa, padahal bisa saja itu merupakan tanda awal pneumonia atau bronkitis. Tanpa penanganan tepat, kondisi ini mampu menurunkan kapasitas paru dan memicu komplikasi berbahaya.
Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah batuk yang tak kunjung mereda, terutama bila dahaknya berwarna kuning atau hijau. Tak jarang penderita juga merasakan sesak napas, nyeri saat menarik napas dalam, serta demam tinggi. Apabila keluhan tersebut berlangsung lebih dari beberapa hari, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Beberapa gejala tambahan juga dapat menyertainya, seperti tubuh mudah lelah, hilangnya nafsu makan, serta keringat berlebih di malam hari. Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa tubuh sedang berusaha melawan infeksi yang menyerang sistem pernapasan.
Infeksi pada paru dapat dipicu oleh virus, bakteri, maupun jamur. Pada musim hujan atau cuaca dingin, kasusnya kerap meningkat karena daya tahan tubuh cenderung melemah dan udara lembap mempercepat penyebaran kuman.
Kebiasaan merokok menjadi faktor risiko lain yang sangat berpengaruh, sebab racun dalam rokok merusak jaringan paru dan menurunkan kemampuan tubuh membersihkan partikel asing. Menghentikan kebiasaan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan paru.
Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami batuk berat. Bagi penderita penyakit paru kronis, vaksinasi seperti pneumokokus bisa menjadi perlindungan tambahan.
Orang yang bekerja di luar ruangan atau di area penuh debu disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel berbahaya. Mengonsumsi sayur dan buah secara rutin juga membantu memperkuat sistem imun.
Jika batuk semakin parah atau napas terasa semakin berat, jangan menunda pergi ke dokter. Penanganan cepat dapat menghindarkan pasien dari risiko komplikasi serius seperti radang selaput paru hingga gagal napas.
Infeksi paru dapat menyerang siapa pun, namun anak-anak, lansia, dan penderita penyakit tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi. Mengenali tanda-tanda awal sangat penting agar kondisi ini bisa ditangani sebelum berkembang lebih parah.