Ilustrasi - ini adab menguap dalam Islam (Foto: honestdocs.id)
JAKARTA - Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga adab dalam setiap perilaku, termasuk dalam hal yang tampak sederhana seperti menguap.
Meski menguap merupakan respon alami tubuh terhadap rasa lelah atau kantuk, ajaran Islam menuntun agar hal itu tetap dilakukan dengan sopan, beretika, dan penuh kesadaran.
Dalam Al-Qur`an, Allah SWT menyinggung pentingnya kesungguhan dan fokus dalam beribadah.
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ، الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk dalam salatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1–2)
Ayat ini menegaskan bahwa seorang mukmin sejati adalah mereka yang menjaga kekhusyukan, tidak mudah lalai atau kehilangan fokus, bahkan dalam perkara kecil seperti menguap ketika beribadah.
Menguap yang dilakukan tanpa kendali bisa mencerminkan kelengahan dan kurangnya kesungguhan dalam menjalankan ibadah.
Rasulullah SAW juga memberikan bimbingan khusus terkait hal ini. Dalam hadis sahih riwayat Al-Bukhari disebutkan:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya sebisanya, karena apabila ia menguap, setan akan menertawakannya.” (HR. Al-Bukhari)
Hadis ini mengandung makna mendalam: menguap bukan hanya reaksi fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual. Jika seseorang membiarkan menguap tanpa berusaha menahannya, hal itu dapat menjadi celah bagi setan untuk menumbuhkan rasa malas, lalai, dan menurunkan semangat dalam beribadah.
Lebih lanjut, Rasulullah SAW juga mengajarkan agar ketika seseorang tidak mampu menahan menguap, hendaknya ia menutup mulutnya. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ
“Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menutup mulutnya dengan tangannya, karena setan dapat masuk.” (HR. Muslim)
Perintah ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan etika sosial dan kebersihan pribadi. Menutup mulut saat menguap bukan hanya untuk mencegah setan masuk, tetapi juga mencerminkan sopan santun di hadapan orang lain, menjaga kesucian diri, dan menghindari perilaku yang kurang pantas di tempat umum atau saat beribadah.
Dengan demikian, adab ketika menguap menggambarkan keindahan dan kelengkapan ajaran Islam yang mengatur perilaku manusia hingga hal-hal kecil sekalipun.
Seorang Muslim yang berusaha menahan dan menutup mulutnya saat menguap menunjukkan kesadaran spiritual, kedisiplinan diri, dan rasa hormat terhadap lingkungan sekitar.
Adab sederhana ini, meski tampak sepele, merupakan cerminan kebersihan hati dan bukti nyata keimanan yang hidup dalam keseharian.