JAKARTA - Ratusan orang menggeruduk rumah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu (31/8/2025) dini hari.
Massa yang datang pun merusak dan juga menjarah berbagai harta benda yang ada di dalam rumah tersebut.
Joko Sutrisno, petugas pengamanan di rumah itu, menuturkan penjarahan berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama terjadi sekitar pukul 1 dini hari, sementara gelombang kedua datang sekitar dua jam setelahnya.
Menurut dia, saat peristiwa terjadi, Sri Mulyani sudah tidak ada di dalam rumah. Bangunan itu hanya diisi oleh dirinya dan seorang kerabat. Mereka kemudian diungsikan ke rumah tetangga sebelah sebelum ratusan orang datang.
Joko mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Begitu pun tidak ada kendaraan roda empat yang dirusak. "Karena memang sedang tidak ada di sana," kata dia sebagaimana dikutip Antara pada Minggu, (31/8/2025).
Rumah Sri Mulyani terletak persis di ujung jalan. Pada pagi sekitar pukul 05.00 WIB, beberapa barang-barang tampak menumpuk di depan rumah tersebut. Barang itu merupakan benda yang hendak digondol massa tetapi belum sempat diangkut.
Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp79.841.692.348 dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Data ini diperoleh dari laporan periodik yang disampaikan pada 15 Maret 2024 untuk periode 2023.
Melansir dari ANTARA, berdasarkan LHKPN yang dipublikasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekayaan Sri Mulyani terdiri dari aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah wilayah, kendaraan, serta berbagai investasi lainnya.
Berikut ini rincian sebagian besar harta kekayaan Sri Mulyani.
1. Tanah dan Bangunan
Total: Rp 48.985.882.232
- Tanah dan Bangunan seluas 922 m²/400 m² di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri, senilai Rp9.380.428.000
- Tanah dan Bangunan seluas 136 m²/89 m² di [Kota], hasil sendiri, senilai Rp1.522.030.400
- Tanah dan Bangunan seluas 250 m²/200 m² di Kota Tangerang, hasil sendiri, senilai Rp2.034.800.000
- Bangunan seluas 91 m² di Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri, senilai Rp1.526.100.000
- Bangunan seluas 27 m² di Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri, senilai Rp559.570.000
- Bangunan seluas 27 m² di Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri, senilai Rp559.570.000
- Bangunan seluas 142,4 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri, senilai Rp4.540.656.200
- Tanah dan Bangunan seluas 414,16 m²/414 m² di [Negara], hasil sendiri, senilai Rp20.589.230.832
- Tanah dan Bangunan seluas 257 m²/170 m² di Kota Tangerang, warisan, senilai Rp1.045.887.200
- Tanah dan Bangunan seluas 301 m²/210 m² di Kota Tangerang, warisan, senilai Rp1.224.949.600
- Tanah dan Bangunan seluas 201 m²/295 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri, senilai Rp6.002.660.000 .
2. Alat transportasi dan mesin
Total: Rp 204.818.000
- Sepeda motor Honda Rebel CMX500 Tahun 2019, hasil sendiri, senilai Rp145.000.000
- Sepeda motor Honda Scoopy Tahun 2022, hasil sendiri, senilai Rp22.732.000
- Sepeda motor Honda PCX Tahun 2022, hasil sendiri, senilai Rp37.086.000
3. Harta bergerak lainya: Rp446.520.000
4. Surat berharga: Rp24.280.729.197
5. Kas dan setara kas: Rp15.455.386.047
6. Harta lainnya: -
Sub total harta: Rp89.373.335.476
- Hutang: Rp9.531.643.128
- Total harta kekayaan: Rp79.841.692.348