• Kabar Desa

Wamendes Minta Peserta PANALPDP Harus Jadi Kreator Desa

Budi Wiryawan | Sabtu, 30/08/2025 02:05 WIB
Wamendes Minta Peserta PANALPDP Harus Jadi Kreator Desa Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Kemendes PDT Kalibata (Foto: Ist/Humas Kemendes PDT)

JAKARTA - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria berpesan agar peserta Program Pengabdian Alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (PANALPDP) secara aktif mempublikasikan proses pendampingan pembangunan desa yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT 6 bulan ke depan.

Selain prosesnya, hasil dari keberhasilan dalam pendampingan juga penting untuk disiarkan di seluruh penjuru negeri.

Hal ini dinilai penting karena melalui publikasi, masyarakat dari daerah lain bisa mengaplikasikannya sesuai potensi dan kondisi masing-masing. Pesan tersebut disampaikan Wamendes Ariza saat membuka Acara Pembekalan dan Pelepasan Peserta PANALPDP di Daerah Tertinggal.

"Kalian adalah kreator desa. Dokumentasikan kegiatan kalian, upload dan sebarkan di jejaring kalian. Jadikan momen ini menjadi momen abadi yang bisa memberikan nilai positif bagi kalian," pesan Wamendes di Operational Room Kemendes PDT Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Sebanyak 26 Alumni dikirim untuk menetap selama 6 bulan dengan harapan bisa menjadi bagian penggerak dalam memajukan desa-desa di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Capaian Sumba Barat Daya tahun 2023 yang berhasil sebagai kabupaten daerah tertinggal terinovatif dalam Inovatif Governance Award diharap dapat dilanjutkan dengan prestasi-prestasi yang lebih besar lainnya.

Dalam memajukan desa, ruang lingkup yang diharap tidak terbatas pada pemanfaatan potensi desa namun juga memenuhi kekurangan yang ada seperti terkait listrik, aksesibilitas internet, dan lain sebagainya. Pasalnya beberapa hal ini sangat krusial namun belum seluruh desa mampu memenuhinya.

"Berikan karya nyata, sekecil apa pun. Entah memperbaiki data desa, membantu usaha kecil, memberi inspirasi anak-anak sekolah, atau memperkuat organisasi masyarakat. Seringkali hal-hal kecil justru meninggalkan jejak yang besar," ujar Wamendes Ariza.

Output lain yang tak kalah penting dari kegiatan ini menargetkan pada pemberian rekomendasi kebijakan dan pendampingan masyarakat sebagai bentuk implementasi nyata yang dirancang mahasiswa LPDP. Dengan memahami secara teori dan terjun langsung ke desa, maka setiap perencanaan atas kebijakan dan realisasinya diharap tidak melenceng.