JAKARTA - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria membuka Seremonial Pembukaan Program Pengabdian Alumni LPDP (PANA-LPDP) yang digelar di Operational Room Kantor Kementerian Desa PDT, Jumat (29/8/2025).
Wamendes Ariza menegaskan pentingnya peran Kemendesa PDT dalam percepatan pembangunan desa dan pengentasan daerah tertinggal, sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita Presiden.
Program ini menjadi wadah alumni LPDP untuk mengabdi bersama masyarakat melalui penguatan desa wisata, ketahanan pangan lokal, digitalisasi desa, serta inklusi sosial-ekonomi.
Sebanyak 24 alumni akan mengabdi selama enam bulan di empat desa di Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan harapan mampu mengorkestrasi pemanfaatan Dana Desa, memperkuat kolaborasi octahelix, dan meninggalkan warisan pembangunan berkelanjutan.
Wamendes Ariza juga menekankan pentingnya dokumentasi pengabdian melalui media sosial untuk menginspirasi generasi muda kembali membangun desa. Keterbatasan, menurutnya, justru melahirkan kreativitas, daya juang, dan solusi inovatif.
"Ini Sekolah kehidupan yang membentuk karakter dan pengalaman berharga," kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.
Wamendes Ariza juga bagikan pengalamannya di Jepang, di mana disiplin, kesantunan, dan kepedulian lingkungan menjadi kunci kemajuan, sekaligus mengajak peserta untuk berprestasi, merencanakan kerja dengan baik, dan disiplin dalam setiap langkah.
Wamendes Riza yakin jika alumni LPDP adalah aset bangsa yang akan membawa perubahan nyata di desa dan mendapat dukungan penuh pemerintah.
Wamendes Ariza berpesan agar peserta PANALPDP secara aktif mempublikasikan proses pendampingan pembangunan desa yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT 6 bulan ke depan. Selain prosesnya, hasil dari keberhasilan dalam pendampingan juga penting untuk disiarkan di seluruh penjuru negeri.
Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Emmanuel Agust Hartono memberi apresiasi kepada Kemenko PMK dan Kemendesa PDT atas dukungan sehingga Program PANA-LPDP dapat terlaksana.
Pemilihan Kabupaten Sumba Barat Daya sejalan dengan target RPJMN dan Rencana Aksi Kemendesa, serta diharapkan melahirkan tiga output utama.
Emanuel menekankan agar para peserta memanfaatkan momentum ini untuk berkontribusi nyata dan membangun daerah tertinggal.
Sementara itu, Maman Wijaya, Asisten Deputi Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Kemenko PMK, menyampaikan harapannya agar program PANA-LPDP dapat menghasilkan produk yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat.
Maman menegaskan pentingnya memberikan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, bukan sekadar apa yang ingin dibawa oleh peserta. Pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan lokal diyakini akan membuat kontribusi para alumni lebih tepat sasaran, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Kegiatan pembukaan ini menjadi penegasan bahwa Program PANA-LPDP bukan sekadar wadah pengabdian, tetapi juga ruang untuk melahirkan inovasi, membangun kepercayaan, dan memperkuat kolaborasi dalam memajukan desa tertinggal.
Melalui penguatan desa wisata, ketahanan pangan, digitalisasi, serta inklusi sosial-ekonomi, para peserta diharapkan mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang dan meninggalkan jejak keberlanjutan.
Program ini diyakini akan memperkaya pengalaman, membentuk karakter, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan dari desa menuju Indonesia yang lebih maju.