Ilustrasi sakit perut (FOTO: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Kisah pilu datang dari seorang balita asal Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang meregang nyawa usai tubuhnya dipenuhi cacing.
Anak berusia empat tahun tersebut masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Syamsudin pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.
Menghimpun dari berbagai sumber, balita berinisial R itu sudah dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri sehari sebelum masuk ke rumah sakit.
Fakta yang cukup mengejutkan pun datang saat tiba-tiba muncul cacing dari hidung sang anak. Dari situlah dokter yang menangani pun menduga sakitnya R berkaitan dengan infeksi cacing.
Diduga R menderita ascariasis. Ascariasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Ascaris lumbricoides atau cacing gelang. Cacing ini dapat hidup dan berkembang biak di dalam usus manusia serta menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Melansir dari alodokter, Ascariasis terjadi ketika telur cacing gelang masuk ke dalam tubuh manusia. Cacing penyebab penyakit ini dapat menginfeksi paru-paru atau usus. Jika tidak dibasmi dengan pengobatan, cacing ini akan terus berkembang biak dan menginfeksi organ lain, seperti hati dan pankreas.
Penyebab Ascariasis
Telur cacing gelang biasanya terdapat pada tanah yang terkontaminasi tinja manusia. Karena itu, seseorang berisiko terkena ascariasis bila bersentuhan dengan tanah yang tercemar atau tidak mencuci tangan setelahnya. Selain itu, mengonsumsi sayur maupun buah yang tidak dibersihkan dengan baik juga dapat menjadi sumber penularan penyakit ini.
Setelah masuk ke tubuh, telur akan menetas di usus lalu berubah menjadi larva. Dari usus, larva bergerak menuju paru-paru melalui aliran darah atau sistem getah bening.
Di paru-paru, larva bertahan selama 10 hingga 14 hari sebelum naik ke tenggorokan. Pada tahap ini, penderita biasanya batuk, sehingga larva bisa keluar bersama dahak atau tertelan kembali hingga masuk lagi ke usus.
Jika kembali ke usus, larva akan berkembang menjadi cacing dewasa, baik jantan maupun betina. Cacing betina mampu tumbuh hingga 40 cm dengan diameter sekitar 6 mm serta menghasilkan hingga 200.000 butir telur setiap harinya.
Sebagian telur kemudian keluar bersama feses dan mencemari tanah, sementara sebagian lainnya kembali menetas, masuk ke paru-paru, lalu kembali lagi ke usus untuk melanjutkan siklus hidup. Proses siklus ini umumnya memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.
Apabila tidak ditangani, cacing dewasa dapat bertahan hidup di tubuh manusia selama satu hingga dua tahun. Selama periode tersebut, akan terus ada telur baru dan cacing dewasa yang tumbuh, sehingga infeksi ascariasis dapat berlangsung lama dan berulang.