Jakarta, Katakini.com - Banyak yang mengira para pesepak bola profesional hanya bersantai saat terlihat berendam di jacuzzi seusai latihan. Padahal, aktivitas ini merupakan bagian penting dari pemulihan fisik yang sangat diperhitungkan dalam dunia olahraga elite.
Jacuzzi bukan sekadar tempat bersantai atau ajang berbincang ringan di antara rekan setim. Di balik citra mewahnya, jacuzzi memiliki manfaat besar sebagai terapi yang telah teruji secara medis. Air hangat berperan membantu meredakan ketegangan otot, memperbaiki sirkulasi darah, dan mempercepat pemulihan tubuh setelah beban latihan berat.
Klub-klub besar seperti Manchester City hingga Real Madrid menjadikan jacuzzi sebagai fasilitas wajib di pusat latihan mereka. Panas dari air membantu pembuluh darah melebar, yang mempercepat distribusi oksigen dan nutrisi ke otot. Proses ini juga mendukung pengeluaran asam laktat yang menyebabkan pegal.
Menariknya, metode ini sering dikombinasikan dengan terapi kontras pergantian antara air panas dan dingin yang diyakini mampu menekan peradangan dan memperbaiki jaringan otot lebih cepat. Hasilnya, atlet bisa kembali tampil maksimal tanpa gangguan cedera.
Selain pemulihan fisik, efek relaksasi dari jacuzzi juga memberikan dampak psikologis. Setelah laga atau latihan intens, waktu singkat di air hangat bisa menurunkan stres, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kualitas tidur.
Namun, sesi ini tidak sembarangan. Waktu berendam dibatasi antara 10 hingga 15 menit, dengan suhu air yang dijaga agar tetap ideal. Tim medis klub selalu memantau agar manfaat maksimal bisa diperoleh tanpa risiko tambahan.
Jadi, di balik foto-foto pemain yang terlihat santai di jacuzzi, sebenarnya ada proses pemulihan serius yang menjadi bagian dari strategi menjaga kebugaran para atlet profesional.