• Gaya Hidup

Balapan Anjing, Tradisi Unik yang Masih Hidup di Timur Tengah

Vaza Diva | Jum'at, 23/05/2025 03:01 WIB
Balapan Anjing, Tradisi Unik yang Masih Hidup di Timur Tengah Ilustrasi - Anjing saluki yang mempunyai tubuh kurus dan lumayan tinggi dengan kecepatan lari yang sangat cepat (Foto: Kompas)

Jakarta, Katakini.com - Di balik gemerlap kota-kota modern seperti Dubai dan Doha, masih lestari sebuah tradisi kuno yang unik. Balapan anjing, terutama yang melibatkan anjing ras saluki. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh suku-suku Badui di wilayah gurun, dan kini menjadi bagian dari kebudayaan yang tetap dijaga sekaligus dipadukan dengan sentuhan teknologi modern.

Anjing saluki dikenal sebagai salah satu ras tertua di dunia, dengan tubuh ramping dan kecepatan lari yang luar biasa. Di masa lalu, mereka digunakan oleh masyarakat gurun untuk berburu, namun kini mereka menjadi bintang dalam perlombaan lari yang digelar di arena terbuka di tengah padang pasir. Balapan ini biasanya berlangsung saat musim dingin, ketika suhu gurun lebih bersahabat.

Berbeda dengan balapan kuda, balapan anjing di Timur Tengah jarang disertai joki. Sebagai gantinya, anjing-anjing ini dikejar menggunakan mobil yang dikendalikan oleh pemilik atau pelatihnya dari sisi lintasan. Para peserta memacu mobil mereka sambil berseru memanggil anjingnya agar terus berlari hingga garis akhir.

Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tapi juga kebanggaan budaya. Di beberapa negara seperti Uni Emirat Arab dan Qatar, pemerintah setempat bahkan mengadakan kompetisi resmi dengan hadiah yang menggiurkan, sekaligus menjadikannya daya tarik wisata. Meski begitu, beberapa kalangan juga menyuarakan perlunya perlindungan terhadap hewan dan pengawasan agar tidak terjadi eksploitasi dalam perlombaan ini.

Dengan semangat menjaga warisan leluhur, balapan anjing di Timur Tengah terus berlari di antara tradisi dan modernitas, menghadirkan pemandangan yang unik di tengah gurun yang luas.