• Info MPR

Lestari: Jaminan Ketersediaan Bahan Pokok Harus Dibarengi Stabilitas Harga

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 06/03/2024 20:15 WIB
Lestari: Jaminan Ketersediaan Bahan Pokok Harus Dibarengi Stabilitas Harga Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat membuka diskusi daring bertema Pemenuhan Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran yang digelar oleh Forum Diskusi Denpasar 12 pada Rabu (6/3). (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, jaminan ketersediaan stok kebutuhan pokok mesti disertai dengan stabilitas harga untuk meredam kekhawatiran masyarakat.

"Pasca-pemilu khususnya sepekan terakhir, harga kebutuhan pokok melonjak. Lonjakan harga itu seringkali dikaitkan dengan lonjakan permintaan dan kurangnya ketersediaan pangan buntut dampak El Nino di sejumlah daerah," kata Lestari.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka diskusi daring bertema Pemenuhan Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran yang digelar oleh Forum Diskusi Denpasar 12 pada Rabu (6/3).

Meskipun pemerintah telah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok, ujar Lestari, lonjakan harga bahan pokok masih terjadi di sejumlah daerah di tanah air.

Bahkan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, fenomena panic buying sempat terjadi di sejumlah daerah karena masyarakat khawatir kehabisan pasokan beras.

Kenaikan harga menjelang Ramadan dan Lebaran, tambah Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, selalu berulang seperti sebuah siklus.

Rerie menilai para pemangku kepentingan harus konsisten mengkaji berbagai faktor terkait penyebab kenaikan harga-harga bahan pokok di tanah air, agar segera menghadirkan solusi.

Rerie mengajak semua pihak untuk berperan secara aktif dalam mengatasi fenomena kenaikan harga bahan pokok yang terjadi sehingga mampu meredam kekhawatiran masyarakat.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kementerian Perdagangan RI, Bambang Wisnubroto mengungkapkan dalam memantau kenaikan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok, pihaknya bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait secara rutin melakukan pertemuan setiap Senin dalam rangka mengendalikan inflasi.

Bambang menilai koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga dalam upaya mengendalikan harga bahan pokok tahun ini relatif lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Bambang, tahun ini harus diwaspadai harga beras, minyak goreng curah, daging ayam dan telur ayam ras.

Terkait harga minyak goreng, ujar Bambang, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan sekitar 24 produsen minyak goreng.

Bambang menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng tetap Rp14.000 per kilogram. Dia membantah akan terjadi kenaikan HET.

Diakuinya isu kenaikan HET minyak goreng membuat sejumlah distributor minyak goreng menahan pasokan.

Bambang mencatat kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran sekitar 27,25%.

Menyikapi kondisi itu, ujar Bambang, pemerintah mengarahkan agar para pelaku usaha dan asosiasi bahan pokok melakukan penambahan pasokan.

Selain itu, juga mendorong kelancaran distribusi salah satunya dengan meminta Kementerian Perhubungan untuk mempercepat bongkar muat beras impor.

FOLLOW US