Sabtu, 24/08/2019 08:47 WIB
  • Umum

Kementan Tak Beri Ampun Mafia Bawang Putih

Selasa, 13/08/2019 18:56 WIB
Kementan Tak Beri Ampun Mafia Bawang Putih Bawang Putih,Idul Fitri Aman

Jakarta, Etoday.com - InspekturJenderal Kementan, Justan Siahaan menegaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah tegas dan ekstrem dalam menyikapi kasus impor bawang putih yang melibatkan pejabat Kementan.

Dari pantauan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura siang tadi (12/8), terkait kasus yang menjerat anggota DPR RI komisi VI, I Nyoman Dhamantra terkait kasus suap izin impor bawang putih.

"Bapak Menteri Pertanian (Mantan), Andi Amran Sulaiman akan mencopot seluruh pejabat Eselon II,III dan IV yang terkait dalam kasus impor bawang putih. Beliau ingin Kementan jelas sikapnya terkait kasus ini, dan memberikan ruang yang luas bagi KPK untuk melakukan penyelidikan," tegas Justan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta (13/8).

Menurut Justan, Kementan sangat membuka pintu bagi KPK untuk mengumpulkan informasi dan mengungkap kasus suap impor bawang putih secara terang benderang, sehingga publik bisa melihat masalah ini dengan jelas.

Kendati belum diketahui keterlibatan pejabat Kementan, namun Amran merasa perlu mengambil langkah tegas, kongkrit dan segera sebagai komitmennya dalam anti korupsi. Langkah ini perlu untuk memitigasi risiko reputasi Kementerian Pertanian sedang diakui kinerja positifnya dalam perekonomian Indonesia.

"Sejak awal Kementan sudah bekerja sama dengan KPK, dan secara khusus tiga personil KPK ditempatkan Kementan untuk pencegahan korupsi. Pegawai Ditjen Hortikultura juga terbukti sudah berani melaporkan ke KPK terkait pemberian gratifikasi, dan ini nyata dilakukan mereka. Selain itu, mereka juga sudah mencoret 72 importir bawang nakal," kata Justan.

Sikapa tegas Amran juga tak lain untuk menjaga marwah Kementan sebagai Lembaga yang sudah mendapatkan penghargaan anti gratifikasi dua kali (2017 dan 2018) dari KPK.

"Jelas Pak Amran tidak ingin terjadi fitnah dan merusak nama baik kementerian yang dipimpinnya," ujar Justan.

Justan mengungkapkan, di Kementan setidaknya ada sekitar 145 orang pegawai yang sudah dipecat dan demosi karena bermasalah. Bahkan secara keseluruhan di Kementan karena bermain – main sebanyak 1.432 pegawai telah didemosi dan mutasi.

"Ini adalah tanggung jawab moril kami, para Eselon I sebagai pimpinan tinggi Kementerian, dan tidak ingin terjadi pembiaran terhadap isu yang berkembang. Ini adalah langkah antisipasi saja. Kami mendukung KPK sepenuhnya dalam menjalankan proses hukum," tegas Justan.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah tegas dan berani Mentan tersebut.

Hal ini menurut Momon bentuk tanggung jawab moril para eselon 1 dan dukungan kepada Menteri Pertanian yang selalu menggaungkan anti KKN dan anti mafia.

"Para eselon I Kementan malam tadi sepakat, untuk mencopot semua pejabat yang terkait dengan rekomendasi impor bawang putih, meskipun belum tentu mereka bersalah," ujar Momon.

"Mereka dianggap lalai dalam pengawasan dan pelaksanaan proses rekomendasi impor bawang putih. Ini untuk menjaga kepercayaan publik dan menjaga integritas seluruh pegawai Kementan," tambahnya.

Momon menegaskan, Menteri Amran, berada di garda terdepan pencegahan KKN di lingkungan Kementan dan tegas melawan mafia pangan yang selama ini menggerogoti perekonomian negara.

"Beliau selalu menekankan upaya pencegahan KKN di lingkungan Kementan, dan sangat tegas terhadap mafia pangan," ujarnya.

Selanjutnya Momon menambahkan, Kementan menghormati penyelidikan dan proses hukum yg berjalan dan mendukung penuh KPK.

"Namun, manakala nantinya tidak terbukti bersalah, pejabat tersebut akan dipulihkan nama baik mereka,dan dikembalikan pada posisi semula. Ini bagian dari revolusi mental dan reformasi birokrasi didalamnya, yang dijalankan Kementan," ujar Momon.