Israel Serang Sekolah PBB untuk Pengungsi Gaza, Sedikitnya 40 Orang Tewas

Tri Umardini | Sabtu, 08/06/2024 04:01 WIB

Israel Serang Sekolah PBB untuk Pengungsi Gaza, Sedikitnya 40 Orang Tewas Israel Serang Sekolah PBB untuk Pengungsi Gaza, Sedikitnya 40 Orang Tewas. (FOTO: AFP)

JAKARTA - Serangan Israel menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina di Gaza tengah sejak fajar pada Jumat (7/6/2024).

Serangan udara Israel terhadap sekolah yang dioperasikan PBB yang menampung pengungsi Palestina di Gaza tengah menewaskan sedikitnya 40 orang.

Tentara Israel mengatakan pejuang Hamas juga berada di tempat perlindungan.

Mediator Mesir dan Qatar dilaporkan mengatakan mereka berharap Hamas akan memberikan tanggapan terhadap proposal gencatan senjata terbaru karena tekanan terus meningkat untuk mencapai kesepakatan.

Baca juga :
Warga Ukraina Berjuang Hadapi Panas Ekstrim di Tengah Krisis Listrik

Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah adalah “kapal yang tenggelam” – penuh dengan korban luka dan tewas – setelah berhari-hari serangan tak henti-hentinya oleh pasukan Israel di Gaza tengah, kata Doctors Without Borders (MSF).

Baca juga :
Mirip Bumi, Radar Temukan Lautan Hidrokarbon di Titan, Bulan Terbesar Saturnus

Setidaknya 36.731 orang telah tewas dan 83.530 orang terluka dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober.

Revisi jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas mencapai 1.139 orang, dengan puluhan orang masih ditawan di Gaza.

Baca juga :
Terancam Gelombang Panas Mencapai 44 Derajat Celcius, Spanyol Keluarkan Peringatan

Pasukan Israel menyita tanah milik warga Palestina di Hebron

Pasukan Israel telah menyita tanah milik pribadi warga Palestina di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, dengan dalih “perintah peruntukan”, kantor berita Palestina Wafa melaporkan.

Ketua Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok, Menteri Muayad Shaaban, mengatakan kepada Wafa bahwa perintah tersebut ditujukan untuk memperluas Route 60, di Hebron, bagi pemukim Israel.

Shaaban mengatakan Israel mengeksploitasi dalih rehabilitasi infrastruktur dan pembangunan jalan sebagai alat untuk membungkam kehadiran warga Palestina dan memutuskan hubungan desa-desa dan kota-kota di seluruh wilayah Palestina, kata laporan itu. Dia mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Di Irak, pengunjuk rasa pro-Palestina menargetkan merek-merek AS

Merek-merek makanan Amerika menjadi sasaran serangan di Bagdad, Irak, ketika kemarahan meningkat terhadap AS atas dukungan kuatnya terhadap Israel ketika jumlah korban tewas akibat perang di Gaza meningkat.

Menyusul pecahnya perang pada bulan Oktober, koalisi kelompok yang didukung Iran melancarkan puluhan serangan terhadap pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak dan Suriah timur.

Serangan tersebut berhenti pada bulan Februari menyusul serangkaian serangan balasan AS setelah sebuah pesawat tak berawak menghantam sebuah pangkalan di Yordania yang menewaskan tiga tentara Amerika.

Namun perubahan taktik yang dilakukan kelompok-kelompok tersebut di Irak sejak akhir Mei hingga awal pekan ini dimaksudkan untuk memperkuat sentimen anti-AS atas dukungan mereka terhadap Israel.

Selain restoran, toko perusahaan Caterpillar, sebuah pabrik konstruksi, juga menjadi sasaran.

Pekan lalu, pengunjuk rasa yang membawa bendera Palestina dan Irak juga berbaris ke kantor PepsiCo di luar Bagdad, meneriakkan “Tidak untuk agen” dan “Tidak untuk Israel”.

Jumlah korban tewas di Gaza meningkat

Setidaknya 36.731 orang telah tewas dan 83.530 orang terluka dalam serangan militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober, kata Kementerian Kesehatan di wilayah kantong tersebut.

Dari jumlah tersebut, 77 warga Palestina tewas dan 221 luka-luka dalam 24 jam terakhir, tambah kementerian tersebut. (*)

 

KEYWORD :
Israel Gaza Palestina Hamas PBB pengungsi