• Oase

8 Oktober Maulid Nabi Muhammad SAW, Kelahiran Nabi Gagalkan Tentara Gajah

Nitro Luindimar | Sabtu, 08/10/2022 08:30 WIB
8 Oktober Maulid Nabi Muhammad SAW, Kelahiran Nabi Gagalkan Tentara Gajah 8 Oktober Maulid Nabi Muhammad SAW, Kelahiran Nabi Gagalkan Tentara Gajah yang Ingin Hancurkan Kabah. (FOTO: FREEPIK)

JAKARTA - Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriah.

Pada 2022, 12 Rabiul Awal jatuh pada 8 Oktober 2022 sebagaimana tertulis dalam Surat Keputusan Bersama 3 Menteri (SKB 3 Menteri).

Berdasarkan SKB tersebut, hari Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati sebagai hari libur nasional.

Dikutip dari Kementerian Agama (Kemenag), Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas) Kemenag, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa pemerintah tidak mengubah jadwal libur Maulid Nabi 2022.

"Maulid Nabi tanggal 12 Rabiul Awal jatuh pada tanggal 8 atau 7 malam," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia sudah memasuki tanggal 12 Rabiul Awal 1444 H pada Jumat, (7/10/2022) malam.

Artinya, jadwal libur Maulid Nabi 2022 tidak mengalami perubahan dan dirayakan pada Sabtu, 8 Oktober 2022.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW 2022

Dilansir dari Jabar NU, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah dilakukan oleh umat Islam sejak tahun kedua hijriah.

Hal ini sebagaimana tertulis dalam buku Sejarah Maulid Nabi (2015) yang dicatat oleh Ahmad Sauri. Catatan itu merujuk pada Nuruddin Ali dalam kitabnya Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa.

Tak hanya itu, dalam literatur yang sama, dijelaskan pula bahwa seseorang bernama Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah untuk memerintahkan penduduk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.

Dari Madinah, Khaizuran juga menyambangi Mekkah dan melakukan perintah yang sama kepada penduduk Mekkah untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad.

Di Indonesia, umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan beragam acara.

Misalnya, merayakan Maulid dengan membaca Manakib Nabi Muhammad dalam Kitab Maulid Barzanji, Maulid Simtud Dhurar, Diba’, Saroful Anam, Burdah, dan lain-lain.

Setelah itu, masyarakat biasanya akan menyantap makanan bersama-sama yang disediakan oleh warga secara gotong royong.

Nabi Muhammad SAW diyakini lahir pada 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah.

Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf sebagai anak yatim.

Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal dalam perjalanan niaga dari Syam ketika singgah ke tempat saudara ibunya di Yatsrib.

Kelahiran Nabi juga disebut sebagai tahun Gajah lantaran saat itu Abrahah, penguasa Yaman berniat menghancurkan Kabah sebagaimana tertulis dalam Surah al-Fil (105).

Dilansir dari NU Online, pada saat peristiwa itulah, Muhammad SAW lahir, tepatnya pada 571 M.

Saat itu, pasukan gajah Abrahah gagal menghancurkan Kabah setelah kawanan burung Ababil dari berbagai penjuru dengan membawa batu-batu dari tanah terbakar.

Batu-batu itu ditimpakan ke kepala bala tentara Abrahah untuk menghancurkan pasukan Abrahah yang hendak menyerang Kabah.

Tak hanya itu, kelahiran Nabi Nabi Muhammad SAW juga berbarengan dengan beberapa peristiwa lainnya, seperti terhimpitnya jazirah Arab oleh dua imperium besar, yakni Romawi dan Persia.

Keduanya memperebutkan wilayah Hijaz di Timur Tengah yang waktu itu belum terkuasai.

Di momen kelahiran Nabi Muhammad SAW, istana Kisra berguncang hingga 14 ruangannya runtuh dan api di negeri Persia yang selalu disembah kaum Majusi padam seketika.

Padahal, api itu telah menyala selama 1.000 tahun. Hal itu diyakini bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW telah "memadamkan api" penganut Majusi dan menandai kemunculan penyampai pesan "ketuhanan" di tengah impitan imperium Romawi dan Persia. (*)

FOLLOW US